Ahok: Gerakan Basmi Tikus Dilakukan Hanya Sekali

Yanurisa Ananta    •    Rabu, 19 Oct 2016 14:41 WIB
hama tikus
Ahok: Gerakan Basmi Tikus Dilakukan Hanya Sekali
Ilustrasi.

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama meminta gerakan basmi tikus (GBT) oleh Dinas Kebersihan dilakukan sekali saja. Ahok khawatir, tikus dibudidaya lantaran warga diimingi imbalan Rp20 ribu per ekor.

"Kalau itu dilakukan pun hanya sekali. Kalau terus menerus nanti orang (justru) beranakin tikus. Malah jualan tikus nanti," kata Ahok di Balai Kota, Rabu (18/10).

Ahok melanjutkan, di Jakarta jumlah tikus sudah terlalu banyak. Urine tikus berisiko menimbulkan beragam penyakit. Terlebih, saat musim hujan, kotoran tikus akan mudah menjadi sarang penyakit dan menyebar melalui air.

"Terlalu banyak tikus. Karena berdasarkan (Dinas Kesehatan) mengatakan air kencing tikus itu membuat orang sakit. Apalagi musim hujan kan banyak air," ujarnya.

Saat ini, program Basmi Tikus dalam proses pematangan di Dinas Kebersihan DKI Jakarta. 

Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Ali Maulana mengatakan teknis program ini akan didiskusikan bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan. Selain itu, pihak RT dan RW di tiap kelurahan akan ikut terlibat secara langsung. Namun, hal itu belum sepenuhnya dibicarakan.

"Untuk mekanismenya kita belum rapatkan secara teknis untuk penunjuk pelaksananya. Jadi, kita masih menunggu," imbuh Ali, saat dikonfirmasi.

Tikus yang terkumpul kemungkinan akan diatur RT dan RW melalui pihak kelurahan. Ali menjelaskan bangkai tikus nanti harus dikubur di kedalaman tanah minimal 70 cm. Dikhawatirkan jika dikubur di permukaan tanah akan mengundang masalah dan penyakit baru.

"Kalau cara mengubur asal-asal saja bisa digali sama binatang lain. Nanti akan ditangani masing-masing RT melalui lurah," kata Ali.

Menurut Ali, jumlah tikus di Jakarta kian membludak. Kondisi ini tidak terlepas dari kebiasaan warga membuang sampah sembarang. Sampah yang dibuang sembarangan kerap mengundang tikus-tikus dan binatang lainnya.

"Membuang sampah sembarangan itu sama saja dengan memberi makan tikus. Itu yang harus diketahui warga," pungkasnya.


(MEL)