Yorrys Menyanggah Dugaan Dua Kader Golkar Cekcok

Ilham wibowo    •    Minggu, 04 Dec 2016 21:02 WIB
partai golkarkekerasan
Yorrys Menyanggah Dugaan Dua Kader Golkar Cekcok
Yorrys Raweyai. Foto: Immanuel Antonius/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Koordinator Bidang Politik Hukum dan Ham DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai tak ingin berpolemik ihwal dua kader Golkar yang dikabarkan terlibat adu mulut usai gelaran #KitaIndonesia di kawasan bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

"Banyak yang telfon dari mana-mana, enggak ada itu," kata Yorrys kepada Metrotvnews.com, Minggu (4/12/2016) malam.

Yorrys menuturkan, dirinya baru pulang dari gelaran tersebut pukul 14.00 WIB. Dia bilang, kabar mencuatnya kasus ini ia dapati dari pewarta selepas istirahat di kediamannya.

"Saya pulang tadi jam 14.00 terus tidur. Saya baru bangun tidur, lalu ditelfonin wartawan. Kabar ini tidak benar," kata dia.

BACA: Terlibat Cekcok, Kader Golkar Dilaporkan ke Polisi

Dua kader Golkar yang terlibat adu mulut adalah Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi dengan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar Fahd El Fouz Arafiq.

Menurut informasi yang beredar, Fahd menilai Fayakun tidak berhasil membawa 10 ribu massa. Namun, hal itu dibantah Fayakun. Walhasil perdebatan hingga aksi kekerasan terhadap Fayakun terjadi. Kini diketahui, Fayakun telah membawa perkara ini ke polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan adanya pelaporan tindak kekerasan dengan pelapor atas nama Fayakun Andriadi dengan terlapor Fahd El Fouz Arafiq.

"Iya ada, benar. Siang atau sore tadi, usai acara, " ujar Argo saat dikonfirmasi Metrotvnews.com, Minggu (4/12/2016) malam.

Argo membeberkan, aksi kekerasan itu terjadi usai kegiatan #KitaIndonesia. Argo mengatakan belum mengingat jelas dimana kejadian itu terjadi.

"Intinya setelah kegiatan, ada duduk-duduk dan ngopi-ngopi lah. saat itu banyak orang, ada terlapornya itu," ucapnya.

Saat itu, kata Argo, Fahd mendatangi Fayakun, dan menyampaikan perihal massa yang dibawa tidak sesuai. "Terlapor datangi pelapor menyampaikan, kok massa yang dibawa cuma sedikit. Kemudian dipukuli sama terlapor," tandasnya.


(LDS)