RS Wajib Gabung BPJS, Pergub Dipastikan Selesai Pekan Depan

LB Ciputri Hutabarat    •    Rabu, 20 Sep 2017 14:59 WIB
fasilitas kesehatan
RS Wajib Gabung BPJS, Pergub Dipastikan Selesai Pekan Depan
Kepada Dinkes DKI, Koesmedi Priharto (kiri).Foto: MTVN/Lis Pratiwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Peraturan gubernur (Pergub) DKI Jakarta yang mewajibkan rumah sakit bermitra dengan  Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dipastikan selesai pekan depan.
 
Kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi mengatakan, pihaknya sedang menggodok peraturan gubernur DKI yang bakal memaksa semua rumah sakit swasta bergabung dengan BPJS.
 
"Kita lagi bikin Pergub (Rumah Sakit Swasta Gabung BPJS). Minggu depan selesai," kata Koesmedi kepada Metrotvnews.com, Rabu, 20 September 2017.

Baca: DKI Wajibkan Rumah Sakit Gabung BPJS Kesehatan

Koesmedi menjelaskan, total rumah sakit di Jakarta ada sebanyak 187 rumah sakit. Namun yang beragabung kemitraan dengan BPJS baru 91 rumah sakit yang terdiri dari rumah sakit swasta dan daerah.
 
"Jadi dengan peraturan ini kita harapkan bisa ikut BPJS semua. Kalau selama ini pemerintah sajayang wajib," jelas Koesmedi.
 
Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan bakal memaksa para rumah sakit swasta untuk bergabung kemitraan dengan BPJS. Salah satu caranya adalah dengan memasukkan poin kemitraan BPJS sebagai salah satu syarat akreditasi Rumah Sakit.

Baca: Djarot: RS Seharusnya Prioritaskan Penanganan

"RS swasta nanti ada persyaratan salah satu persyaratan kita kasih izin, mereka harus mau gabung ke BPJS. Ini sebagai evaluasi sehingga tahun 2019 betul betul semuanya sudah gabung," kata Djarot, Selasa, 12 September 2017.
 
Tindakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini muncul setelah adanya kasus kematian bayi Debora. Sebelum meninggal, orang tua Debora harus terkatung-katung berurusan dengan administrasi Rumah Sakit yang tidak bermitra dengan BPJS.




(FZN)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

2 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA