Dishub Akui Kepadatan Lalu Lintas di Thamrin Meningkat

Haifa Salsabila    •    Rabu, 14 Feb 2018 19:30 WIB
pembatasan sepeda motor
Dishub Akui Kepadatan Lalu Lintas di Thamrin Meningkat
Rambu kawasan pembatasan lalu lintas sepeda motor terpasang di Jalan Thamrin, Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala.

Jakarta: Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sigit Wijatmoko mengakui lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, Jakarta Pusat, meningkat setelah sepeda motor diperbolehkan melintas. Namun, hal itu tidak sampai menyebabkan kemacetan parah.

“Karena ada penambahan jumlah pengguna di ruas jalan tersebut, tetapi kalau misalnya kemacetan yang diakibatkannya tidak sebagaimana yang diilustrasikan," ujar Sigit di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Februari 2018.

Menurut dia, naiknya jumlah pengguna jalan membuat volume lalu lintas meningkat dan menambah intensitas kepadatan lalu lintas. Namun, Dishub mempunyai strategi agar pengguna jalan taat aturan sehingga tidak menyebabkan lalu lintas semakin padat.

“Tapi kita sekarang strateginya mengedukasi masyarakat dengan konsisten di jalur yang terpisah antara kendaraan roda empat dengan roda dua,” sambung Sigit.

Baca: Petugas Diharapkan Lebih Tegas Mengenai Aturan Jalur Khusus Motor

Ia mengatakan telah menyosialisasi aturan ke masyarakat mengenai hal tersebut. Jika ada masyarakat yang melanggar, pihaknya akan menindaklanjuti dengan penegakan hukum.

“Sudah seminggu diterapkan. Ada 800 lebih kendaraan yang ditilang karena dia mengokupansi jalur yang tidak digunakan sesuai peruntukannya,” pungkas Sigit.

Pemberlakuan jalur kiri bagi kendaraan roda dua didasarkan pada Pasal 108 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pembatasan ruas jalan dilakukan untuk menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung yang membatalkan peraturan gubernur soal pelarangan sepeda motor. 





(OGI)