FOKUS

Akhir Tragis Kisah MH370

Sobih AW Adnan    •    Rabu, 18 Jan 2017 16:54 WIB
misteri mh370
Akhir Tragis Kisah MH370
Ilustrasi: Beberapa pesawat Malaysian Airlines/AFP/ MANAN VATSYAYANA

Metrotvnews.com, Jakarta: Betapa pilunya kehilangan anggota keluarga tercinta. Terlebih, bila penyebabnya tak kunjung terang.
 
Kerabat korban hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 tak sanggup lagi menahan tangis dan kekecewaan. Setelah hampir tiga tahun tanpa hasil, pencarian pesawat Boeing 777 yang mengangkut 239 penumpang itu dinyatakan cukup.
 
Pada Selasa 17 Januari 2017, Australia mengumumkan bahwa perburuan pesawat di Samudera Hindia itu sia-sia dan secara resmi dihentikan. Keputusan itu meluncur setelah operasi pencarian ditaksir menelan ongkos USD160 juta.
 
Li Xinmao, warga Tiongkok yang kehilangan putri dan menantunya mengatakan dengan tegas bahwa keputusan itu tidak dapat diterima. Sementara warga Tiongkok lainnya, Lee, menilai keputusan itu sama sekali tak memupuskan harapannya tentang kabar nasib sang istri. Bahkan, sampai keputusan menyakitkan itu disebar, ia sama sekali belum menggelar upacara kematian, juga masih menjaga barang-barang istrinya seperti sedia kala.
 
"Saya mengatakan pada anak-anak untuk terus berdoa. Sepanjang tidak ada temuan, maka tidak ada bukti," kata Lee, seperti dikutip dari Associated Press (AP), Selasa (17/1/2017).
 
Kilas balik
Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 dinyatakan hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Beijing, Tiongkok, pada 8 Maret 2014.
 
MH370 terakhir kali melakukan kontak dengan pengawas lalu lintas udara kurang dari satu jam setelah lepas landas. Pesawat nahas itu mengangkut 12 awak kabin dan 227 penumpang dari 15 negara. Sebagian besar warga negara Tiongkok.

Alur waktu pencarian Malaysia Airlines MH370/AFP
 
Upaya pencarian dan penyelamatan gabungan dimulai  di Teluk Thailand dan Laut China Selatan. Sebelum akhirnya diperluas hingga Selat Malaka dan Laut Andaman.
 
Pada 15 Maret 2014, pencarian diperluas ke Samudera Hindia. Pencarian misteri terbesar dunia penerbangan ini hingga melibatkan 26 negara.

Kabar mengejutkan muncul pada 20 Maret 2014. Serangkaian foto satelit memperlihatkan kemungkinan adanya serpihan pesawat di Samudra Hindia selatan. Upaya pencarian pun dipusatkan pada dugaan wilayah itu.
 
Pada 24 Maret 2014, Pemerintah Malaysia percaya bahwa MH370 jatuh di Samudra Hindia Selatan tanpa korban selamat. Anggapan itu mengacu pada analisis penyelidik penerbangan Britania Raya dan perusahaan satelit Inmarsat.
 
Upaya pencarian pun terus dilakukan. Namun tim penyidik merasa tak kunjung menemukan bukti kuat.
 
Pada 2016, ketiga negara penyandang dana pencarian, yakni Australia, Malaysia, dan Tiongkok bersepakat menangguhkan perburuan.  Pencarian bisa kembali dilanjutkan dengan syarat ditemukannya bukti baru.
 
Memang, pencarian kerap dikejutkan temuan baru. Tetapi itu cuma bersifat sementara lantaran petunjuk yang salah.
 
Sebut misal tentang sinyal bawah laut yang diduga dari kotak hitam pesawat. Nyatanya, cuma sampah laut, tumpahan minyak sekadar serpihan kapal karam tua.
 
Zona pencarian juga sempat bergeser beberapa kali. Namun lagi-lagi, tanpa hasil.

Baca: Sakitnya Kegagalan Kala Perburuan MH370 Berakhir
 
Menyudahi harapan palsu
Menteri Transportasi Australia, Darren Chester, membela keputusan untuk menangguhkan pencarian terhadap pesawat Malaysia Airlines MH370. Menurutnya, biaya pencarian yang tinggi bukan menjadi faktor keputusan menyudahi pencarian ini. Keputusan diambil lantaran hingga wilayah 120.000 ribu kilometer per segi, pencarian tak kunjung menemukan hasil.
 
"Kami tidak ingin memberikan harapan palsu kepada keluarga korban. Kami perlu memiliki bukti kredibel dan bukti baru yang bisa membawa ke lokasi spesifik, untuk membantu pencarian di masa mendatang," seperti dikutip AFP, Rabu (18/1/2017).
 
Seiring dengan itu, Chester berjanji melakukan pencarian di bawah laut di kemudian hari. Tentu, ketika sinyal baru kembali muncul.
 
Sementara itu, kelompok pendukung keluarga korban, Voice370  menilai pencarian lanjutan ialah utang kewajiban tak terhindarkan. Meski mengakui tiga negara yang terlibat dalam pencarian telah melakukan usaha luar biasa, Voice370 meminta mereka untuk menarik kembali keputusan tersebut.




(ADM)

KPK Diam-diam Sudah Periksa Ajudan Novanto

KPK Diam-diam Sudah Periksa Ajudan Novanto

1 day Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diam-diam sudah memeriksa ajudan Setya Novanto, AKP Reza Pah…

BERITA LAINNYA