Menunggu PDIP

Coki Lubis    •    Selasa, 20 Sep 2016 17:30 WIB
pilgub dki 2017
Menunggu PDIP
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pembekalan kepada calon kepala daerah di Depok, Jawa Barat, Selasa (6/9/2016). FOTO: MI/ BARY FATHAHILAH

Metrotvnews.com, Jakarta: Rabu, 21 September 2016 besok pendaftaran calon peserta Pilkada DKI 2017 dibuka sampai Jumat, 23 September 2016 pukul 16.00. Yang paling dinanti jelang pendaftaran ini adalah PDIP, siapa calon yang akan diusung? 

Sejumlah kalangan memprediksi PDIP akan memanfaatkan momentum batas akhir alias injury time dalam mengumumkan calon yang akan diusung. Namun, ramalan itu agaknya meleset. Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat dalam beberapa kesempatan belakangan memastikan partainya bakal lebih dini menetapkan kandidat yang akan dijagokan.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, bahkan menyatakan bahwa partainya siap membeberkan rencana dalam mengikuti pilkada serentak 2017 pada Selasa malam ini, 20 September 2016. Termasuk di antaranya mengenai siapa tokoh yang akan didaftarkan dalam Pilgub DKI.

Keputusan PDIP memang telah lama dinantikan untuk lebih menegaskan peta politik Pilgub DKI 2017. Meski belum ada keputusan resmi, namun diperkirakan partai-partai yang akan bertarung membentuk tiga poros. Poros calon petahana Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) yang didukung Golkar, Hanura dan Nasdem. 

Kedua, poros Sandiaga Uno dengan dukungan Gerindra dan PKS. Ketiga, poros Yusril Ihza Mahendra, yang kemungkinan didukung Demokrat, PPP, PKB dan PAN. 

Langkah PDIP dalam hal ini menentukan peta kekuatan dan persaingan politik. Jika mengusung calon sendiri, bisa jadi partai lain akan berbondong-bondong merapat atau membuat perencanaan strategis lainnya dalam kompetisi pilkada DKI. Bukan tanpa alasan, PDIP memang pemilik kursi terbanyak di parlemen DKI dan mampu membentuk poros sendiri, tanpa koalisi. 

Menurut pengamat politik dari Universitas Paramadina, Toto Sugiarto, dua hal yang menjadi pertimbangan PDIP adalah mempertahankan pasangan petahana Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat atau mencalonkan kadernya yang lain. Sebagaimana diketahui, Djarot kini merupakan kader PDIP yang menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta. 





Di media sosial twitter, isu PDIP pun masuk jajaran topik paling banyak diangkat dalam cuitan di Indonesia. Banyak pengguna twitter yang berpendapat dan berkomentar mengenai arah langkah politik partai berlambang banteng kekar itu.











(COK)

Video /