Pakar: Deklarasi Jakarta Harus Bersinergi dengan Proposal Prancis

Deny Irwanto    •    Selasa, 08 Mar 2016 11:01 WIB
ktt oki
Pakar: Deklarasi Jakarta Harus Bersinergi  dengan Proposal Prancis
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kiri) dan Sekjen OKI Iyad Amen Madani saat memberikan keterangan pers setelah ditutupnya KTT Luar Biasa ke-5 OKI di di JCC, Senayan, Jakarta, Senin 7 Maret/ANT/Subekti

Metrotvnews.com, Jakarta: Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (KTT LB OKI) telah menghasilkan Deklarasi Jakarta. Deklarasi Jakarta memuat dukungan terhadap Palestina.

Kepala Pusat Riset Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia Hendra Kurniawan memandang masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan Deklarasi Jakarta.

"Ketika deklarasi sudah diluncurkan semalam, menurut pengamatan saya, itu tidak begitu efektif jika tidak disinergikan dengan Proposal Prancis," kata Hendra kepada Metrotvnews.com, Selasa (8/3/2016).

Secara tegas, Proposal Prancis meyebut seyogyanya Palestina dan Israel sudah bisa hidup berdampingan dalam kemerdekaan masing-masing. Apabila deklarasi yang dimaksud ialah kemerdekaan, tambah Hendra, momen itu sudah dimiliki Palestina sejak 1988, meski belum ada pengakuan.

Oleh sebab itu, pengakuan internasional menjadi agenda KTT LB OKI saat ini. Apabila disinergikan dengan Proporsal Prancis, kekuatan mendukung Palestina akan menjadi lebih kuat.

Hendra menjelaskan, proposal muncul ketika Pranncis mengadakan pemungutuan suara di Parlemen. Setidaknya 339 anggota setuju mengakui kemerdekaan Palestina. Sementara 151 sisanya menyatakan tak setuju Palestina merdeka.

Hasil survei itu kemudian diajukan ke Dewan Keamanan PBB. Prancis, jelas Hendra, memiliki hak veto untuk mendudukkan Palestina dan Israel bersama. Sayangnya, Israel menolak.

"Maka Prancis akan serta merta mengakui kemerdekaan Palestina ini yang menjadi dilema untuk bangsa Israel, tetapi ini keuntungan besar bagi Palestina sehingga ketika israel itu menolak maka otomatis Palestina diakui oleh Prancis salah satu negara Uni Eropa yang diikuti banyak negara Uni Eropa lainnya," jelas Hendra.

Dukungan Indonesia untuk Palestina, terang Hendra, berangkat dari resolusi PBB No 181 yang membaagi Palestina menjadi tiga wilayah. Pertama untuk Partai Yahudi, kedua untuk bangsa Palestina, ketiga wilayah Yerusalem dalam otoritas PBB.

"Setalah resolusi itu, maka banyak sekali pelanggaran yang dilakukan oleh Israel yang samali pada akhirnya Israel sengaja menggiring publik terutama Palestina berperang," ujar dia.

Setelah itu, Israel bisa memenangkan peperangan sampai akhirnya mendapat wilayah yang lebih banyak. Di sinilah Palestina sangat dirugikan.


(OJE)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA