Kemendes: Konflik Sosial Jadi Pemicu Suatu Daerah Tertinggal

Ilham wibowo    •    Rabu, 30 Nov 2016 01:42 WIB
Kemendes: Konflik Sosial Jadi Pemicu Suatu Daerah Tertinggal
Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Kemendes PDTT Suprayoga Hadi. MTVN/ Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Konflik sosial dinilai menjadi pemicu tertinggalnya sebuah daerah. Indikator pemulihan daerah pascakonflik perlu terukur agar pembangunan dapat berkembang.

Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Kemendes PDTT Suprayoga Hadi mengatakan, daerah tertinggal menjadi fokus dalam penyusunan Indeks Ketahanan Konflik Daerah Tertinggal Indonesia (IKKDTI) 2016. Menurut dia, indikator kemajuan suatu daerah dapat terlihat dari keberhasilan penaganan daerah pascakonflik.

"Daerah tertinggal menjadi fokus. Salah satu ketertinggalan daerah itu karena konflik sosial. Makanya dia enggak maju maju, karena dia terus menerus konflik," kata Suprayoga di Media Hotel and Towers, Jalan Gunung Sahari Raya, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa, (29/11/2016).

Kemendes PDTT pun telah meluncurkan panduan penilaian kebutuhan pascakonflik atau Post Conflict Need Assessment (PCNA). Panduan ini dibuat sebagai instrumen pengukuran dampak kerusakan kerugian akibat terjadinya konflik sosial.

Menurut Suprayoga, analisis dan perkiraan kebutuhan menjadi dasar penyusunan rencana aksi pemulihan daerah pascakonflik. Pengkajian meliputi penilaian kerusakan kerugian fisik dan non fisik.

"Konflik sosial sebelumnya tidak pernah bisa dihitung dengan jelas. Kerugian konflik Aceh, konflik Poso, termasuk konflik Dayak di Kalimantan. Itu kita tidak pernah hitung sampai keluar angka," ujar dia

Suprayoga melanjutkan, instumen penghitungan pascakonflik ini diperlukan untuk memudahkan pemerintah pusat memberikan bantuan kepada daerah. Indikator penanganan mesti jelas agar bisa dipertanggungjawabkan.

"Kadang daerah hanya sekedar minta saja tanpa indikator yang jelas. PCNA ini sangat diperlukan, pascakonflik bisa terukur," ujarnya.

Suprayoga menambahkan, instrumen ini perlu dikuatkan dengan pranata adat daerah. Perdamaian di daerah pascakonflik perlu dibangun secara berkesinambungan.

"Pranata adat ini menjadi satu kunci, bukan komplemen tapi instrumen utama membangun perdamaian. Tokoh adat tokoh agama, lebih peniting dari informal leader, ini kunci upaya akselerasi perdamaian pascakonflik," jelas dia.
(SCI)

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

26 minutes Ago

Dia menegaskan hanya menyampaikan kinerjanya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta defenit…

BERITA LAINNYA