Negara Wajib Menjamin Hak Beribadah Warga

   •    Rabu, 11 Oct 2017 06:17 WIB
toleransi beragama
Negara Wajib Menjamin Hak Beribadah Warga
Saksi ahli Zuhairi Misrawi memberikan keterangan ketika sidang uji materi UU Penodaan Agama di Mahkamah Konstitusi/ANT/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Muslim Moderat Society Zuhairi Misrawi menegaskan negara harus menjamin hak beribadah setiap warga negaranya. Pancasila dan konstitusi pun mempersilakan setiap warga memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya.

Hal itu disampaikan Zuhairi sebagai ahli pemohon dalam sidang uji materi UU Nomor 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama juncto UU Nomor 5 Tahun 1969 tentang Pernyataan Berbagai Penetapan Presiden dan Peraturan Presiden sebagai Undang-Undang.

"Negara harus memberikan perlindungan dan jaminan kepada setiap warga negara untuk memeluk agama, meyakini, beribadat, berserikat, dan berkumpul," tegas Zuhairi seperti dilansir Media Indonesia, Rabu 11 Oktober 2017.

Menurut dia, UU 1/PNPS/1965 tidak bisa dijadikan dasar hukum peraturan di bawahnya untuk mengekang atau menghilangkan hak-hak beribadah dan berkumpul bagi setiap warga negara yang telah dilindungi UUD 1945.

Permohonan uji materi yang teregistrasi dengan nomor perkara 56/PUU-XV/2017 diajukan para WNI yang aktif dalam komunitas Ahmadiyah. Pemohon mendalilkan adanya norma yang diujikan tersebut lantaran norma itu membuat mereka kesulitan melakukan ibadah.

Selain itu, pemohon menyebut hak konstitusional mereka terlanggar dengan berlakunya Pasal 1, Pasal 2, Pasal 3 UU Penodaan Agama. Menurut mereka, Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri tentang Peringatan dan Perintah kepada Penganut, Anggota dan/atau Anggota Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan warga masyarakat (SKB 3 menteri) yang disusun berdasarkan ketiga pasal tersebut merugikan para pemohon. SKB 3 menteri tersebut menetapkan bahwa Ahmadiyah merupakan aliran sesat.

Penerbitan SKB 3 menteri tersebut pun memberikan efek domino kepada jemaat Ahmadiyah yang mulai tidak bisa beribadah di masjid yang mereka bangun karena dibakar dan disegel hingga pengusiran dari lokasi tempat tinggal.

Hal senada juga diutarakan Guru Besar UIN Allaudin Makassar Mochamad Qasim Mathar. Menurutnya, komunitas Ahmadiyah memiliki syahadat yang sama seperti muslim Sunni, meyakini Allah sebagai Tuhan, dan Nabi Muhammad sebagai rasul.

"Mereka juga menjalankan rukun iman dan rukun Islam dengan Alquran sebagai kitab suci," ucap Qasim.


(OJE)

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

3 hours Ago

Azmin akan menjadi saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiha…

BERITA LAINNYA