Pendaki Meninggal Saat Turun dari Gunung Semeru

Ilham wibowo    •    Kamis, 14 Sep 2017 02:40 WIB
pendaki tewas
Pendaki Meninggal Saat Turun dari Gunung Semeru
Ilustrasi pendaki Gunung Semeru. (Foto: Antara/Zabur Karuru).

Metrotvnews.com, Surabaya: Seorang pendaki asal Kota Surabaya bernama Muhammad Ridwan meninggal dunia setelah tertimpa batu saat perjalanan turun dari puncak Gunung Semeru. Korban telah dievakuasi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Kepala SPTN Wilayah III TNBTS Budi Mulyanto mengatakan, kejadian tersebut menimpa korban pada Selasa 12 September 2017. Korban baru bisa dievakuasi dari gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut itu keesokan harinya. 

"Korban berhasil dievakuasi dari Pos Kalimati menuju ke Resort Ranupani pada Rabu sekitar pukul 13.30 WIB. Kemudian diperiksa oleh bidan desa setempat dan dinyatakan sudah meninggal dunia,"  kata Budi dikutip Antara, Rabu 13 September 2017.

Lokasi peristiwa nahas yang menimpa warga asal Krembangan Bakti Gang 6 No. 27 A, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya ini diketahui berada di sekitar Watu Gede. Lokasi ini merupakan jalur antara Pos Kalimati dengan puncak Gunung Semeru.

"Bongkahan batu tersebut mengenai kepala korban hingga tidak sadarkan diri, kemudian mengalami pendarahan di bagian telinga, mulut, hidung dan bagian luka, sehingga korban dibawa turun oleh rekan-rekannya hingga tiba di Pos Kalimati pada Selasa 12 September sekitar pukul 17.00 WIB," tutur Budi.

Setelah tiba di Pos Kalimati, rekan korban melaporkan kejadian tersebut kepada petugas TNBTS di Pos Ranupani. Tindakan lanjutan kemudian dilakukan dengan mempersiapkan tim evakuasi menuju Pos Kalimati pada Rabu pagi.

"Korban berhasil dievakuasi turun dari Kalimati ke Pos Ranupani dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Haryoto Lumajang untuk divisum. Setelah divisum, pihak TNBTS menyerahkan jenazah pendaki Semeru kepada keluarga," ujarnya. 

Budi mengatakan petugas TNBTS sudah memberikan imbauan kepada para pendaki terkait dengan batas aman jalur pendakian Gunung Semeru. Batas yang diperbolehkan yakni 1 kilometer dari kawah aktif sesuai dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Pendakian disarankan hingga batas Pos Kalimati.

"Bahkan saat dilakukan briefing kepada para pendaki yang akan naik gunung tertinggi di Pulau Jawa itu sudah diberikan gambaran tentang aktivitas Gunung Semeru yang masih aktif dan berstatus waspada itu, sehingga pendaki dilarang keras naik ke Mahameru karena sangat berbahaya," ujarnya.

Pihak TNBTS juga sudah memasang rambu-rambu peringatan untuk tidak naik ke puncak Semeru dan membuat pengumuman batas pendakian gunung. Namun, imbauan itu belum diindahkan pendaki yang nekat menerobos naik ke puncak Mahameru. 


(HUS)