Pemerintah Buka Peluang Kerja Sama dengan Telegram

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 17 Jul 2017 18:49 WIB
telegram
Pemerintah Buka Peluang Kerja Sama dengan Telegram
Juru bicara Kepresidenan Johan Budi/MTVN/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah membuka peluang kerja sama dengan Telegram dalam mencegah perkembangan kelompok teroris meski telah memblokir aplikasi perpesanan instan itu. Telegram diblokir karena diduga menjadi media komunikasi kelompok teroris.

"Peluang-peluang kerja sama itu kan sebagai cara untuk menyelesaikan persoalan," kata juri bicara Kepresidenan Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin 17 Juli 2017.

Menurut Johan, selama ini Kementerian Komunikasi dan Informasi mengaku belum ada komunikasi dengan Telegram. Sebaliknya, Telegram mengakui pernah menerima komplain pemerintah Indonesia kepada mereka.

Pemerintah bersama pihak Telegram akan mencari jalan tengah menyelesaikan persoalan itu, terutama pascapemblokiran. "Setelah ada pemberitaan soal ini, baru lah kemudian terbangun komunikasi antara Telegram dan pemerintah. Saya rasa jalan tengahnya sekarang tengah dibahas antara pemerintah dan Telegram," kata dia.

Bekas Plt pimpinan KPK itu mengaku tak berkapasitas menjelaskan kesepakatan yang mungkin dibuat kedua pihak. Menurut dia, itu merupakan domain Menkominfo Rudiantara. Namun, pemerintah dan Telegram masih berkomunikasi demi menyelesaikan masalah pemblokiran.

"Menkominfo bilang baru ada komunikasi dengan Telegram dan bisa saja dibangun kembali atau diselesaikan persoalan-persoalan yang selama ini menjadi ganjalan pemerintah. Poin utamanya untuk keamanan negara," tegas dia.


(OJE)