Jokowi Minta Sail Selat Karimata 2016 Angkat Perekonomian Warga

Wanda Indana, Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 15 Oct 2016 15:36 WIB
sail indonesia
Jokowi Minta Sail Selat Karimata 2016 Angkat Perekonomian Warga
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (kedua kanan), Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) dan Gubernur Kalbar Cornelis (kanan) menghadiri pembukaan Sail Karimata 2016 . Foto:Antara/Jessica H

Metrotvnews.com, Sukadana: Presiden Joko Widodo meminta acara Sail Selat Karimata 2016 berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi, khususnya perekonomian warga sekitar. Presiden meminta semua pihak memberdayakan potensi laut seoptimal mungkin.

"Tidak boleh berhenti hanya sebatas ramai saja, sebatas seremonial, begitu rampung langsung sepi, senyap, tidak berdampak pada ekonomi masyarakat. Saya tidak mau," kata Jokowi di Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, Sabtu (15/10/2016).
 
Jokowi mengungkapkan, Indonesia memiliki kekayaan laut yang melimpah. 71 persen wilayah Indonesia adalah lautan. Karena itu, sudah seharusnya sektor perikanan dan kelautan menjadi sektor unggulan.
 
"Laut adalah masa depan kita. Laut bukan memisahkan, tapi justru laut yang menyatukan 17 ribu pulau kita," ungkap dia.
 
Terakhir, Jokowi berpesan kepada semua pihak agar dapat memberdayakan potensi laut seoptimal mungkin. "Mari jaga laut kita dari ilegal fishing, dari pencemaran. Jadikan ikan menjadi sumber kehidupan anak cucu kita," pungkas Jokowi.
 
Usai berpidato, Jokowi didampingi Menko Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Gubernur Kalbar Cornelis dan Bupati Kayong Utara Hindi Haldi Hamid melakukan penekanan tombol sirine tanda peresmian pembukaan puncak cara Sail Selat Kalimata 2016.
 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta masalah sampah diperhatikan. Menurut Luhut, pesona Sail Karimata sudah tidak dipertanyakan. Tapi yang menjadi masalah bagaimana menjaga tempat yang indah itu.
 
"Kalau pemandangan di negara kita ini tidak usahlah ditanya, tapi sayang kalau tentang kebersihan," kata Luhut.
 
Mengenai masalah sampah tersebut,  Menko Maritim meminta masyarakat membantu pemerintah menjaga tempat itu.
 
"Semua harus kerja, tidak mungkin masalah kebersihan ditangani oleh bapak bupati sendirian,” ujar Luhut.
 
Menurutnya kondisi alam dan lingkungan yang bersih serta penduduk yang ramah dapat menciptakan reputasi yang baik bagi Kemenko Kemaritiman.
 
Ditambah lagi, kata Luhut, pemerintah Indonesia saat ini sedang mengejar target kunjungan wisatawan mancanegara hingga 20 juta. Dengan menjaga kebersihan akan memberikan nilai positif terhadap tempat wisata itu.
 
"Keramahan dan kebersihan lingkungan merupakan modal penting untuk membangun di Kayong Utara di sektor kebersihan," ujar Luhut.




(FZN)

Elza Syarief Tuding Yulianis Diistimewakan KPK

Elza Syarief Tuding Yulianis Diistimewakan KPK

7 hours Ago

Kuasa hukum Nazaruddin, Elza Syarief menggelar konferensi pers menanggapi pernyataan Yulianis. …

BERITA LAINNYA