IDI Menduga Obat di Kendari Bukan Jenis PCC

Arga sumantri    •    Jumat, 15 Sep 2017 13:07 WIB
obat berbahaya
IDI Menduga Obat  di Kendari Bukan Jenis PCC
Ilustrasi/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menduga obat yang membuat semaput 52 remaja di Kendari, Sulawesi Tenggara, bukan jenis Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC). Pengurus PB IDI Bidang Kajian Obat, dr. Masfar Salam mensinyalir ada zat lain dalam obat itu.

"Sebenarnya PCC itu engga ada masalah. Kalau saya mengkhawatirkan itu obat lain, dimasukkan zat lain," kata Masfar kepada Metrotvnews.com, Jumat 15 September 2017.

Menurut Masfar, saat ini obat terlarang atau Napza sangat mudah dibuat. Oknum biasanya membuat obat terlarang jenis baru hanya dengan mengubah rumus kimia dalam obat yang sejatinya sudah ada.

"Jadi rumus molekul yang ada diotak atik," ucap dia.

Bahayanya, si peracik maupun pengguna tak bakal tahu efek yang ditimbulkan. Obat itu juga belum terdeteksi dokter. "Laboratorium juga belum bisa mendeteksi."

Sebanyak 52 remaja hilang ingatan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Obat bertuliskan Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) ditemukan dari para remaja itu. Deputi Pemberantasa BNN Irjen Arman Depari mengatakan, obat tersebut tak masuk dalam golongan narkotika jenis baru.

Ahli saraf dr. Frandy Susatia SpS dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) menjelaskan, PCC merupakan pil berwarna putih yang masuk dalam kategori Somadril Compound, berfungsi mengobati nyeri, kejang otot, atau daerah tubuh lain yang merasa nyeri. Pil PCC merupakan pil oplosan yang terdiri dari tiga macam obat, yaitu Paracetamol 160 mg, Cafein 32 mg, dan Carisoprodol 200 mg.

Sementara itu, ahli Kimia Farmasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Pol Drs. Mufti Djusnir MSi. Apt menjelaskan, zat aktif Carisoprodol dilarang peredarannya di Indonesia sejak 2008.


(OJE)