Indonesia Dinilai Belum Matang Berdemokrasi

Meilikhah    •    Rabu, 30 Nov 2016 14:34 WIB
unjuk rasa
Indonesia Dinilai Belum Matang Berdemokrasi
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto (tengah) -- MTVN/Meilikhah

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menilai, masyarakat Indonesia belum matang dalam berdemokrasi. Belum ada keseimbangan antara kebebasan menyatakan pendapat dengan kewajiban mematuhi hukum.

"Masyarakat sebenarnya belum siap berdemokrasi secara bebas, itu yang kita hadapi sekarang," kata Wiranto usai memberikan penghargaan Indeks Demokrasi Indonesia di Puri Ratna Ballroom Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Menurut Wiranto, ketimpangan antara kewajiban menaati hukum dengan kebebasan menyatakan pendapat masih sering terjadi di berbagai daerah, salah satunya di Jakarta. Dia mencontohkan, kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama.

"Saat ini kita sedang mengalami seperti itu dan banyak dijumpai di daerah. Kalau jeli mengamati, beberapa minggu ini Jakarta mengalami pergulatan keseimbangan kebebasan dan hukum," ungkap Wiranto.

Unjuk rasa yang terjadi, kata Wiranto, sudah berubah wujud menjadi unjuk kekuatan yang berpotensi menjadi ancaman keamanan. Bahkan, ketimpangan kebebasan dengan kewajiban menaati hukum bisa berujung pada aksi-aksi anarkistis yang terjadi saat berunjuk rasa.

Wiranto mengatakan, beruntung, hasil komunikasi yang baik antara pemerintah dan pengunjuk rasa membuahkan hasil. Tradisi unjuk rasa sebagai unjuk kekuatan berubah menjadi aksi damai.

"Unjuk rasa menjadi unjuk kekuatan dan meningkat jadi pemaksaan diredam menjadi bukan unjuk rasa, tapi jadi zikir, doa, dan tausiah bersama. Dari aksi kekuatan jadi aksi ibadah dengan gelar sajadah," jelasnya.


(NIN)

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

38 minutes Ago

Dia menegaskan hanya menyampaikan kinerjanya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta defenit…

BERITA LAINNYA