Perjuangan Prajurit TNI di Perbatasan

Ilham wibowo    •    Kamis, 14 Sep 2017 07:24 WIB
prajurit tni
Perjuangan Prajurit TNI di Perbatasan
Helikopter Bell dari Penerbad menyalurkan logistik untuk keperluan prajurit TNI di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. (Foto: Penerangan Kostrad).

Metrotvnews.com, Jakarta: Prajurit TNI yang berjaga di perbatasan tak hanya menjaga tapal batas. Soal distribusi logistik, mereka butuh perjuangan berat. Beruntung kini distribusi logistik sudah menggunakan helikopter.

Misalnya di Satgas Pamtas Yonif PR 432 Kostrad Pos Bewan Baru dan Pos Bewan Lama, pos perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini. Distribusi logistik mengandalkan Helikopter Bell dari Penerbad.  

Dansatgas Letkol Inf Ahmad Daud mengatakan, dorongan logistik (dorlog) menggunakan helikopter dilakukan rutin setiap bulan. Dalam sekali kepergian, rute Sentani-Pos Bewan Baru pergi pulang (PP) ditempuh hanya satu jam.

"Kedua pos ini untuk dorongan logistiknya memang harus menggunakan helikopter karena medan yang cukup berat untuk bisa sampai di kedua pos ini. Tentunya sangat berat bila dorlognya menggunakan jalan darat. Jalan satu-satunya harus dipanggul dan jarak tempuhnya cukup jauh untuk sampai di kedua pos ini," kata Daud melalui keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Kamis 14 September 2017.


(Helikopter Bell dari Penerbad yang membawa logistik untuk prajurit TNI di perbatasan siap mendarat. Foto Penerangan Kostrad).
 
Pada awalnya, dorlog memang menggunakan jalur darat. Untuk menuju pos tersebut, para prajurit mendistribusikan logistik dengan memanggul dan berjalan kaki sejauh 8 kilometer menyusuri jalan setapak. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan masuk ke dalam hutan dari wilayah Kaliasin yang memakan waktu hingga 3 jam.

Danpos Bewan Baru, Letda Inf Anang Sanusi menyampaikan, kehadiran helikopter saat ini memudahkan distribusi logistik. Prajurit perbatasan bisa fokus dalam melaksanakan tugas utamanya.

"Kami sangat bersyukur dengan adanya heli ini sehingga memudahkan kami dalam membawa logistik untuk menuju pos kami. Sebelumnya kami membawa bergantian memanggulnya pada saat dorongan logistik datang," terangnya. 
 
Dorongan logistik dari Jayapura menuju seluruh pos satgas perbatasan didistribusikan melalui darat maupun udara agar kebutuhan prajurit bisa terpenuhi sesuai jadwal yang direncanakan. 

Pasilog Satgas, Lettu Inf Fajar Fitianto menuturkan, penyaluran logistik berupa bahan pokok. Namun bila memungkinkan, distribusi bisa juga lewat jalur darat dengan menggunakan truk.
 
"Khusus pendistribusian logistik melalui jalur udara kita meminta bantuan dari Penerbad dan sampai sekarang berjalan aman dan lancar karena berkat koordinasi yang baik dengan Penerbad," pungkasnya.


(HUS)

KPK Optimis Menang di Praperadilan Setya Novanto

KPK Optimis Menang di Praperadilan Setya Novanto

2 hours Ago

KPK optimis memenangkan gugatan praperadilan tersangka korupsi ktp-el Setya Novanto. KPK akan m…

BERITA LAINNYA