Surya Paloh: Perpecahan Bukan Wajah Indonesia

M Sholahadhin Azhar    •    Selasa, 18 Apr 2017 01:42 WIB
nasdem
Surya Paloh: Perpecahan Bukan Wajah Indonesia
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat, Surya Paloh. (MTVN/M Sholahadhin Azhar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Maraknya perpecahan antar masyarakat dinilai Ketua Umum Partai Nasional Demokrat, Surya Paloh, sangat memprihatinkan. Apalagi ketika muncul larangan untuk menyolatkan jenazah yang mendukung pasangan calon tertentu di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

Menurutnya hal tersebut tak mencerminkan Indonesia sama sekali. Karena Negara ini dibangun dengan bhineka tunggal ika, yakni berbeda namun tetap satu jua.

"Jangan kalian pemuda ikuti pemkikiran sesat seperti itu. Itu bukan kita, itu bukan wajah Indonesia," kata Surya di depan kader Garda Pemuda Nasional Demokrat (GPND) saat pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Gedung Joeang 45', Menteng, Jakarta, Senin 17 April 2017.

Menurutnya sikap perpecahan sungguh tak rasional, apalagi penyebabnya karena pilihan politik. Sikap tersebut tak dewasa dan sangat merusak moral masyarakat.

Pemerintah menurut Surya selalu menyediakan wadah untuk berkompetisi di ranah politik. Tapi politik yang diharapkan yakni politik yang sportif, tidak menjelekkan satu sama lain.

"Berkompetisi dalam harmoni. Bukan saling menyalahkan atau menjelek-jelekkan," imbuh Surya.

Jika berlarut, maka masyarakat Indonesia atau DKI Jakarta khususnya, akan mengkerdilkan diri sendiri. Percuma secara pendidikan mumpuni, sandang dan pangan terpenuhi, tapi moralnya bobrok.

Surya juga menyentil mereka yang menganggap diri atau kelompok sebagai yang paling benar. Dengan dasar itu menuduh kelompok lain tercela dan patut dihukum, atau lebih parah lagi mengkafirkan yang lain.
 
"Saya pikir itu tak ada ajaran manapun yang mengajarkan seperti itu," pungkasnya.



(LDS)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

5 hours Ago

Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat ikut menyediakan teknologi perekaman KTP-el. Terselip na…

BERITA LAINNYA