Penjelasan Garuda Soal Penumpang Meninggal dalam Penerbangan

Al Abrar    •    Minggu, 16 Oct 2016 14:48 WIB
garuda indonesia
Penjelasan Garuda Soal Penumpang Meninggal dalam Penerbangan
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia/ANT/M Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Seorang penumpang Garuda Indonesia GA-716 Jakarta-Melbourne, 15 Oktober, meninggal dunia dalam penerbangan. Lukman Susanto,66, lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 22.30 WIB, menggunakan Airbus A330.

Kasus ini menjadi buah bibir karena pesawat diduga tak berupaya mendarat darurat untuk menyelamatkan nyawa Lukman. Mereka membatah tak adanya opsi pendaratan darurat.  Garuda Indonesia angkat bicara dan menjelaskan kronologis di dalam pesawat.

Menurut Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar, sekitar satu jam setelah lepas landas, Lukman menuju kamar kecil. Ia kemudian mengeluh sakit di bagian dada dan sesak napas.

"Istri penumpang, Lynna Jusuf, kemudian menyampaikan informasi kepada awak kabin, dan meminta diberikan bantuan oksigen kepada suaminya.," kata Benny melalui keterangan tertulis kepada Metrotvnews.com, Minggu (16/10/2016).

Awak kabin langsung melapor kepada Pilot in Command (PIC). PIC mengumumkan kepada seluruh penumpang apabila ada dokter atau tenaga medis yang berada pada penerbangan tersebut untuk membantu kondisi penumpang. Saat itu, hanya ada satu penumpang yang  berprofesi sebagai perawat dan bersedia membantu

Lukman diberi pertolongan berupa oksigen dan dipindahkan ke kursi lain agar bisa direbahkan. Perawat kemudian memeriksa penumpang dan memberikan obat pribadi yang ia bawa.

"Penumpang kemudian menyatakan merasa lebih baik dan mengatakan feel better sehingga tidak melanjutkan penggunaan oksigen," ucap Benny.

Sejam kemudian, awak kabin yang mendampingi menyatakan kondisi Lukman memburuk. Penumpang yang berporfesi perawat lalu memberi bantuan pernapasan.

Pilot pesawat sempat menawarkan opsi pendaratan darurat karena kondisi penumpang tiba-tiba menjadi sangat kritis. Namun, seorang penumpang yang mengaku dokter datang dan membantu memeriksa Lukman.

"Namun tidak lama setelah memeriksa penumpang, dokter tersebut menyatakan pasien meninggal dunia," ujar dia.

Sesuai prosedur, pilot segera melaporkan kejadian tersebut ke petugas darat melalui radio untuk mempersiapkan prosedur penanganan penumpang meninggal sesuai ketentuan yang berlaku di Australia. Sejumlah petugas darat Garuda Indonesia bersama polisi Australia, otoritas bandara, serta keluarga telah menunggu untuk segera masuk ke pesawat.

"Dan pintu pesawat ditutup kembali guna proses pemeriksaan," kata Benny.

Lukman baru diturunkan dari pesawat setelah semua penumpang dipersilakan turun. Pemeriksaan, tegas Benny, dilanjutkan oleh kepolisian Australia dan otoritas berwenang.

Benny mengklaim Garuda Indonesia sudah menjalankan prosedur penganangan penumpang selama penerbangan maupun setelah mendarat. Prosedur dilaksanakan sesuai standar operasional yang berlaku. Tak hanya itu, Garuda Indonesia telah menawarkan bantuan kepada keluarga terkait pengurusan jenazah.

"Garuda Indonesia menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya penumpang, dan kiranya keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Perwakilan Garuda juga sudah ikut membantu pengurusan jenazah dan mengunjungi keluarga yang ditinggalkan dalam suasana yang baik," tutur Benny.


(OJE)