Kepala UKP PIP Harus Sejajar Menteri

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 17 Jul 2017 15:58 WIB
kementerian lembaga
Kepala UKP PIP Harus Sejajar Menteri
Buya Syafii Maarif/MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Posisi Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila Yudi Latief diharapkan sejajar menteri. Hal itu penting agar tidak ada ego sektoral saat akan berkoordinasi.

"Kan sekarang gimana? Setingkat dirjen tapi memanggil menteri. Kan ada ego sektoral. Jadi enggak bisa," kata anggota Dewan Pengarah UKP PIP Buya Syafii Maarif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin 17 Juli 2017.

Menurut Buya, dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2017, UKP PIP memiliki tugas besar, namun kewenangannya kecil. Pemerintah berencana memperbaiki Perpres dan meningkatkan kewenangan UKP PIP. Dalam perubahannya, posisi Yudi Latief juga akan disejajarkan dengan menteri agar koordinasi berjalan baik.

"Ini memang kurang cermat membuatnya. Jadi nanti mau diperbaiki," ucap dia.

Presiden Joko Widodo membentuk UKP PIP. Unit kerja itu berfungsi berkoordinasi, mengendalikan, dan membenahi pengajaran Pancasila. UKP PIP terdiri dari kepala dan dewan pengarah. Kepala UKP-PIP dijabat Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia) Yudi Latief.

Sementara itu, Dewan Pengarah diduduki tokoh-tokoh nasional, yakni Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Ketua MUI K.H. Ma'ruf Amin, mantan Ketua MK Mahfud MD, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif, dan Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siradj.

Bekas Ketua Umum Persekutuan Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Andreas Anangguru Yewangoe, Ketua Umum Pengurus Harian Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayor Jenderal TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dan Ketua Dewan Pengawas Majelis Buddhayana Indonesia Sudhamek juga masuk daftar Dewan Pengarah UKP PIP.


(OJE)

Penyakit Novanto Kembali Bertambah

Penyakit Novanto Kembali Bertambah

1 hour Ago

Setyo menduga vertigo yang diderita Novanto berasal dari penyakit sinusitisnya.

BERITA LAINNYA