Sertifikat Guru tak Bisa Dijadikan Agunan ke Bank

   •    Jumat, 11 Aug 2017 09:00 WIB
pendidikanpemalsuan dokumen
Sertifikat Guru tak Bisa Dijadikan Agunan ke Bank
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. (Foto: Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengaku prihatin atas temuan Polda Jawa Barat yang menemukan adanya 345 sertifikat guru yang dipalsukan. Sertifikat ini disebut sebagai jaminan agar guru mendapatkan kemudahan kredit di bank.

Meski begitu, dia meminta agar kasus penemuan dokumen palsu ini tidak mendiskreditkan guru sebagai pengemban tugas mulia. Ia menduga para guru ini hanyalah korban oknum-oknum tak bertanggung jawab.

"Karena persoalan ini masih belum clear, ada baiknya kita menggunakan asas praduga tak bersalah. Karena guru ini profesi mulia jangan sampai belum apa-apa sudah mendapat stigma negatif. Bisa jadi mereka yang terlibat ini justru jadi korban," ujar Muhadjir dalam Primetime News, Kamis 10 Agustus 2017.

Muhadjir mengatakan sertifikat guru atau sertifikat pendidik ini notabene hanya sertifikat biasa yang bisa didapatkan semua guru terutama yang statusnya PNS setelah mengikuti pelatihan. Selain predikat profesional, sertifikat ini juga memudahkan guru untuk mendapatkan tunjangan profesi.

Muhadjir memastikan bahwa sertifikat guru tak memiliki nilai layaknya SK pengangkatan PNS yang didapatkan oleh guru. Ibaratnya, sertifikat ini sama halnya dengan sertifikat lain yang bisa didapatkan guru setelah mengikuti seminar.

"Mestinya tidak bisa jadi agunan ke bank, saya kira bank harusnya tahu itu enggak ada nilainya. Kalau guru terutama PNS yang bisa dijadikan jaminan itu SK pengangkatan karena disitu ada nilai uangnya jadi bisa didebet langsung dengan ikatan dan perjanjian," kata Muhadjir.

Jika kemudian terbukti bahwa ada oknum guru PNS yang terlibat dalam pemalsuan dokumen itu, Ia memastikan tak akan segan untuk memecat guru tersebut. Sementara, Ia masih menunggu proses hukum untuk menentukan status kepegawaian pihak yang terlibat.

"Guru ini salah satu PNS yang memiliki gaji tetap bahkan guru yayasan juga sering dijadikan sasaran bank untuk ambil kredit. Makanya Saya imbau agar guru hati-hati kalau mendapat tawaran dari bank apalagi diimingi dapat imbalan mengiurkan, pasti ada jebakan disitu," jelasnya.

Sebelumnya Polda Jawa Barat sedikitnya menemukan ada 345 sertifikat guru palsu yang akan dijadikan agunan ke BPR Jawa Barat. Kasus ini merupakan hasil pengembangan dari kasus pemalsuan dokumen yang melibatkan oknum bank dalam urusan pengajuan kredit.

Tak hanya sertifikat guru, berdasarkan penggeledahan yang dilakukan kepolosian, petuga juga menemukan beragam dokumen lain yang dipalsukan. Mulai dari ijazah sekolah dan perguruan tinggi, sertifikat tanah, hingga Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).




(MEL)