Wawancara Jadi Tahapan Tersulit Pemohon Paspor

M Sholahadhin Azhar    •    Senin, 20 Mar 2017 12:52 WIB
paspor
Wawancara Jadi Tahapan Tersulit Pemohon Paspor
Kemenkumham memberi pernyataan soal permohonan paspor/MTVN/Adin

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga negara Indonesia (WNI) yang ingin mendapat paspor untuk berwisata bakal menemui tantangan berat. Pemohon bakal menemui ujian ketat pada sesi wawancara, setelah kebijakan deposit Rp25 juta dianulir Ditjen Imigrasi Kemenkumham, hari ini.

Kasubdit Pengelolaan dan Analisis Dokumen Perjalanan Direktorat Jenderal Imigrasi Agato PP Simamora menegaskan, diperketatnya sesi wawancara untuk menekan pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) non-prosedural ke luar negeri. "Tahapan wawancara adalah tahapan yang sangat menentukan," kata Agato melalui konferensi pers di Kantor Imigrasi Pusat, Jakarta Selatan, Senin 20 Maret 2017.

Petugas dibekali kapabilitas mengidentifikasi gerak-gerik pemohon. Jika ada jawaban yang dinilai tak sesuai, pemohon berpotensi tak mendapat paspor.

Agato juga menjamin abdi negara bakal  menaati aturan karena pihaknya telah memiliki sistem guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Teknisnya, petugas wawancara dari Kantor Imigrasi diberikan akses untuk log in ke sistem terpadu Ditjen Imigrasi.

Sebelum melakukan tugas, mereka harus menginput data diri ke sistem, sehingga seluruh proses wawancara terekam dan terintegrasi. Hal itu dilakukan usai verifikasi data formil seperti Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, dan Ijazah.

Agato mengklaim telah memberi imbauan soal potensi puntgutan liar pada tahapan itu. Petugas harus memasukkan hasil wawancara dalam kolom wawancara. Apabila ada dugaan tak beres, data bisa dicocokkan dengan rekaman dalam sistem.

Agato tak meragukan akurasi petugas dalam proses tersebut. Ia mencontohkan percobaan penyelundupan manusia di Kuala Namu yang berhasil digagalkan pihaknya, belum lama ini.

"13 orang dari Pamekasan misalnya, mau berangkat ke Arab dari Kuala Namu. Ditanyai siapa yang jemput, mau pergi ke mana, keperluannya apa. Itu saja bisa untuk mengidentifikasi," kata dia.

Melalui identifikasi, 13 orang tersebut akhirnya menyebut ke wilayah Arab mana mereka akan bepergian. Belakangan, mereka diketahui akan dikirim ke Oman.


(OJE)