Jelang Demisioner, Djarot Minta Maaf jika Belum Sempurna Pimpin Jakarta

Intan fauzi    •    Rabu, 11 Oct 2017 06:11 WIB
dki jakarta
Jelang Demisioner, Djarot Minta Maaf jika Belum Sempurna Pimpin Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Foto: MTVN/Juven

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memohon maaf atas nama dirinya serta dua pendahulunya, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Djarot mengatakan, selama ketiganya memimpin Jakarta di kurun waktu 2012-2017 pasti tidak sempurna.

Hal itu dikatakan Djarot saat meresmikan 100 ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di Silang Monas, Jakarta Pusat. Acara itu dihadiri oleh warga dan pasukan pelangi milik Pemprov DKI.

"Kami menyadari masih banyak kekurangan pada diri kami termasuk pada Pak Ahok dan Pak Joko Widodo. Karena itu kami mohon maaf secara terbuka pada warga Jakarta," kata Djarot di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Selasa 10 Oktober 2017.

Baik dirinya, maupun Jokowi dan Ahok, pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Misal saja, setelah dua tahun menjadi gubernur Jakarta Jokowi terpilih sebagai presiden.

"Benar-benar bekerja keras 24 Jam. Saya saja yang nonton capek tapi beliau betul-betul karena tanggung jawab sebagai presiden indonesia," ungkap Djarot.

Sementara itu untuk Ahok, Djarot meminta doa pada warga yang hadir agar Ahok diberi kekuatan dan kesabaran menjalani hari-harinya di balik jeruji besi.

Perasaan emosi masih nampak dari Djarot akan peristiwa divonisnya Ahok karena tuduhan penodaan agama. Djarot menegaskan, keadilan masih bisa datang pada Ahok meski terlambat.

"Dan kebenaran bisa datang belakangan, keadilan bisa datang belakangan, penyesalan juga datang belakangan. Mari uji yang akan hadir kebenaran dan keadilan atau penyesalan sebagai warga bangsa. Biar sejarah yang mencatat," tegas Djarot.

Mantan Wali Kota Blitar itu menceritakan, dua pekan lalu dirinya bertemu dengan Ahok saat menengok ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Ia menemukan di sana Ahok masih memikirkan warga Jakarta.

"Beliau dalam kondisi sehat dan semangat dan masih memikirkan warga Jakarta sebelum 15 Oktober supaya saya benar-benar tanggung jawab menuntaskan," tandas Djarot.


(SCI)