Blusukan ke Pasar Tanah Abang, Momen Berkesan PM Australia

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 06 Sep 2017 03:13 WIB
australia
Blusukan ke Pasar Tanah Abang, Momen Berkesan PM Australia
Jokowi jalan pagi bersama PM Australia Turnbull di Royal Botanic Garden Sydney. (Foto: Dokumentasi Biro Pers Presiden).

Metrotvnews.com, Jakarta: Perdana Menteri Australia Turnball mengaku sangat berkesan ketika diajak Presiden Joko Widodo blusukan ke Pasar Tanah Abang, Jakarta, pada November 2015.

"Turnball menyebut Presiden Jokowi sebagai teman baik dan mengaku tidak dapat melupakan kesannya yang mendalam ketika diajak blusukan ke Pasar Tanah Abang," demikian siaran pers KBRI Canberra yang diterima Antara, Selasa 5 September 2017.

Hal tersebut disampaikan Turnball saat menerima Duta Besar RI untuk Australia Y Kristiarto S Legowo di kantor PM Australia di Gedung Parlemen di Canberra.

Kunjungan Kristiarto dalam rangka memperkenalkan diri sebagai Dubes RI yang baru untuk Australia usai menyerahkan Surat-surat Kepercayaan dari Presiden Jokowi kepada Gubernur Jenderal Australia, Sir Peter Cosgrove, pada tanggal 27 Juni 2017.

Saking terkesannya, Turnbull memamerkan kepada Kristiarto, fotonya bersama Jokowi di Pasar Tanah Abang. Foto itu saat mereka melepas jas dan dasi karena suhu udara yang panas. Foto tersebut dipajang secara khusus di ruang kerja PM Turnbull.

Pada kesempatan tersebut, Turnbull kembali menyampaikan kekagumannya terhadap Jokowi yang dianggapnya memberikan pengaruh yang signifikan, bukan hanya di tingkat nasional dan kawasan, melainkan juga dunia.

Jokowi dinilai mampu menunjukkan contoh yang jelas dan konkrit bahwa Islam, demokrasi dan moderasi, sangat relevan, dapat berjalan beriringan serta saling memperkuat.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas sejumlah isu bilateral yang menjadi kepentingan kedua negara, mulai dari politik-keamanan, ekonomi-perdagangan hingga isu kawasan.

Turnbull berharap proses perundingan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia atau lebih dikenal dengan "Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership" (IA-CEPA) yang kini sudah memasuki babak perundingan ke-delapan, dapat dirampungkan pada tahun ini.

Sementara itu, Kristiarto secara khusus mendorong agar lebih banyak investor Australia yang menanamkan modal di Indonesia. Terlebih lagi kini sudah ada sistem pelayanan satu atap yang kian mempermudah investor asing berinvestasi di Indonesia.

Kemudian terkait isu regional, Kristiarto menyampaikan informasi terkait langkah-langkah diplomasi pro-aktif Indonesia, baik oleh Presiden Jokowi maupun Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam rangka membantu menyelesaikan secara damai dan lewat dialog terkait krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Muslim Rohingnya di Myanmar.


(LDS)