Metro News

Menciptakan Lulusan Perguruan Tinggi yang tak Sekadar Mencari Kerja

   •    Kamis, 18 May 2017 14:13 WIB
pendidikan
Menciptakan Lulusan Perguruan Tinggi yang tak Sekadar Mencari Kerja
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Ravik Karsidi. (Foto: MI/Ferdinand)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rektor Universitas Sebelas Maret Ravik Karsidi mengakui bahwa hanya satu persen lulusan perguruan tinggi yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Sisanya lebih banyak sebagai pencari kerja.

Ravik menilai perlu ada perubahan orientasi di pendidikan tinggi, salah satunya menggandeng industri untuk ambil bagian dalam kegiatan riset. Tujuannya, agar lulusan perguruan tinggi tak sekadar mencari kerja melainkan mampu menyediakan lapangan pekerjaan.

"Langkah kementerian seperti membuat inkubator bisnis kemudian ada start up di perguruan tinggi adalah sesuatu yang penting untuk mengatasi keterbatasan perguruan tinggi kita," ujar Ravik, dalam Metro Pagi Primetime, Kamis 18 Mei 2017.

Nantinya, hasil riset kerja sama antara lembaga riset kampus dan industri tidak hanya digunakan secara terbatas untuk kalangan kampus. Industri bisa memanfaatkan hasil riset itu untuk pengembangan inovasi.

Sependapat dengan Ravik, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengatakan kerja sama dengan industri merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan jumlah lulusan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Kerja sama dengan industri harus lebih dekat. Selain memberikan pembelajaran yang sesuai, hasil riset yang dimiliki bisa dimanfaatkan untuk pengembangan inovasi dan menyumbang tenaga kerja.

"Ke depan bersama dengan industri sebagai user, kita dorong kebijakan triple helix, ada akademisi, pemerintah, dan industri. Ini salah satu perubahan total yang mendasar dalam proses pembelajaran di kampus," jelas Nasir.




(MEL)

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

1 hour Ago

KPK kembali memeriksa mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Irman diperiksa sebagai saksi un…

BERITA LAINNYA