GP Ansor Nilai Larangan Pegawai BIN Berjenggot Terlalu Berlebihan

Nur Azizah    •    Kamis, 18 May 2017 20:28 WIB
bingp ansor
GP Ansor Nilai Larangan Pegawai BIN Berjenggot Terlalu Berlebihan
Logo GP Ansor, Metrotvnews.com/ Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Jakarta: Baru-baru ini beredar kabar soal aturan Badan Inteligen Negara (BIN) yang melarang pegawainya memiliki jenggot. BIN juga mengatur soal cara berpakaian, yakni melarang pegawainya memakai celana cingkrang.

Ketua Bidang Hubungan dan Kajian Strategis Pengurus Pusat GP Ansor, M. Nuruzzaman menilai aturan tersebut terlalu berlebihan. Seharusnya, hal aturan itu tidak perlu dijadikan aturan tertulis.

"Menurut saya berlebihan, BIN kan institusi inteligen. Info ini sudah beredar ke mana-mana dan itu jadi masalah," kata Nuruzzaman usai bedah buku berjudul Ilusi Negara Islam di Universitas Indonesia, Depok, Kamis 18 Mei 2017.

Sebelumnya BIN menerbitkan surat edaran yang melarang pegawai memelihara jenggot, berambut panjang dan memakai celana cingkrang. Menurut Surat Deputi Bidang Komunikasi dan Infomasi BIN, Sundawan Salya aturan tersebut dikhususkan untuk pegawai internal BIN.

“Aturan itu untuk kepentingan internal, kami sudah rutin mengatur soal ini,” kata Dawan.

Dawan menjelaskan, tujuan aturan tersebut untuk menjaga etika dan estetika dalam berpakaian. Pegawai BIN yang bekerja di kantor memiliki seragam berwarna putih dan hitam. Berbeda dengan petugas di lapangan yang bebas berpakaian sesuai kebutuhan pekerjaan.

Aturan yang dikeluarkan pada 15 Mei 2017 itu pun menjadi viral di media sosial.  Dawan heran surat internal tersebut dapat bocor ke publik.

 “Ini urusan internal bukan konsumsi publik,” ujar dia.

 


(SCI)