Krishna & Franky Dimutasi, Polri Bantah Berkaitan dengan Kasus

Lukman Diah Sari    •    Jumat, 23 Sep 2016 23:56 WIB
polri
Krishna & Franky Dimutasi, Polri Bantah Berkaitan dengan Kasus
Gedung Mabes Polri -- MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Rotasi dan mutasi kembali dilakukan di lingkungan Mabes Polri, sejumlah pejabat menengah terkena imbas. Dalam surat telegram yang beredar, nama Wakapolda Lampung Kombes Krishna Murti dan Dir Narkoba Polda Bali Kombes Franky H Parapat turut dimutasi.

Dalam surat telegram nomor ST/2325/IX/2016 tertanggal 23 September 2016, terdapat 47 pejabat tinggi dan pejabat menengah polri yang di rotasi atau dimutasi. Dari puluhan nama itu, dua nama Pamen santer beredar lantaran terbelit kasus yakni Krishna dan Franky.

Kini Krishna dimutasi sebagai Kabagkembangtas Romisinter Divhubinter Polri, sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Lampung. Sedangkan Franky dimutasi ke Analisis Kebijakan Madya Bidang Iknas Bareskrim Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menyebut, alasan Krishna dikandangkan lantaran untuk kepentingan jelang sidang Interpol pada November kelak di Bali. Tidak berkaitan dengan kasusnya yang kini santer diberitakan.

"Kombes Krishna dimutasi dalam rangka memperkuat Hubinter untuk mendukung tugas-tugas Sidang Umum Interpol yang akan dilaksanakan Bulan November di Bali," kata Boy, Jumat (23/9/2016).


Foto: Istimewa

Boy membantah, dimutasinya Krishna lantaran kasus yang kini sedang membelitnya dan masih diusut oleh Propam Polrim "Tidak ada, tidak ada kaitan kasus, karena yang bersangkutan keahliannya bidang hubinter ya. Jadi karena kan kita tugasnya nanti 190 negara sebagai tuan rumah," paparnya.

Namun, Boy memastikan, pemeriksaan dan pengusutan terhadap Krishna tetap berjalan hingga bisa ditemukan kesimpulan terkait kasus yang membelitnya kini.

"Belum ada kesimpulan. Belum sampai ada kesimpulannya, masih dalam pengumpulan bahan keterangan saja sifatnya," ucap dia.

Sementara itu, berbeda dengan Franky. Boy mengatakan, alasan Franky dimutasi dan dikandangkan lantaran terkait kasus yang membelitnya kini. Itu dilakukan, untuk memudahkan pemeriksaan terhadap Franky.

"Iya, untuk memperlancar pemeriksaan, jadi perlu di Jakarta," tukas Boy.

Seperti diketahui, belakangan ini santer berita tentang Krishna yang diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang model. Selain itu, sebuah video beredar di YouTube. Video itu menampilak seseorang pria diduga Krishna, sedang bermain dengan seorang bayi. Selain itu, terdapat suara wanita yang memanggil pria diduga Krishna dengan sebutan 'papa'.

Sedangkan Franky, diketahui, telah tertangkap Propam Polri, lantaran ketahuan bermain kasus narkoba. Franky diduga lakukan pemerasan ke pengguna narkoba.


(ALB)

Djarot: Kampanye Tidak Merusak Lingkungan

Djarot: Kampanye Tidak Merusak Lingkungan

32 minutes Ago

Perbuatan yang dapat mengotori lingkungan misalnya menempel selembaran atau stiker di pohon, ti…

BERITA LAINNYA
Video /