Jalinan Kerja Sama Pembangunan Indonesia dan Negara Anggota Uni Eropa

Riyan Ferdianto    •    Rabu, 17 May 2017 07:13 WIB
pembangunan
Jalinan Kerja Sama Pembangunan Indonesia dan Negara Anggota Uni Eropa
Situasi saat perwakilan Indonesia bertemu dengan perwakilan negara-negara anggota Uni Eropa di Hotel Le Merredien, Jakarta Pusat, Selasa 16 Mei 2017. Foto: Metrotvnews.com/ Riyan Ferdianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Deputi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bidang Pendanaan Pembangunan Kennedy Simanjuntak mengungkapkan, saat ini terdapat berbagai proyek kerja sama antara Indonesia dan negara-negara anggota Uni Eropa. Beberapa di antaranya adalah proyek infrastruktur yang saat ini tengah gencar dibangun oleh pemerintah.

"Iya per negara. Member state dari Uni Eropa. Ini kan bisa untuk platform diskusi. Jadi kan enggak mungkin di semua tempat. Kalau infrastruktur kan satu negara tidak mau, negara lain mau," kata Kennedy di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa 16 Mei 2017.

Ada beberapa negara yang menjalin kerja sama pembangunan dengan Indonesia. Negara tersebut antara lain Jerman, Inggris dan Hungaria.

"Banyak, Inggris, Jerman untuk energi terbarukan, yang paling aktif Jerman sama Inggris. Hungaria juga mau tapi proyeknya belum dapat," jelas Kennedy.

Selain Tiongkok dan India, Indonesia dianggap bisa meningkatkan minat investasi pertembuhan ekonomi. Indonesia juga bisa menjadi salah satu tujuan investasi yang dianggap menguntungkan.

Jerman menunjukkan keseriusannya dalam melakukan investasi pada sektor energi baru dan terbarukan. Nantinya, Jerman akan berinvestasi pada sektor geothermal atau panas bumi di Indonesia.

"Kalau Jerman kita fokuskan kepada geothermal. Jadi ada komitmen 300 juta Euro, untuk komitmen lima tahun tapi proyeknya yang belum dapat untuk investasi. Komitmennya sudah lima tahun lalu kita tanda tangani," ungkap Kennedy.

Selain Jerman, Inggris juga menunjukkan ketertarikannya. Khususnya pada investasi melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP).

"Kalau Inggris lebih ke PPP ya, B to B. Inggris ini lebih pengalaman. Jadi kita persiapan terus. Kita sharing pengalaman," pungkas Kennedy.


(DEN)