Pengelolaan Lahan Gambut di Riau Diharap Tekan Emisi Gas Rumah Kaca

Husen Miftahudin    •    Jumat, 11 Aug 2017 00:17 WIB
restorasi lahan gambut
Pengelolaan Lahan Gambut di Riau Diharap Tekan Emisi Gas Rumah Kaca
Lahan gambut. (Foto: Antara/Virna P Setyorini).

Metrotvnews.com, Jakarta: Provinsi Riau diharap mampu memanfaatkan dan mengelola lahan gambut secara tepat. Memiliki luas lahan gambut lebih dari 50 persen dari luas area, Riau menyumbang besar emisi gas rumah kaca nasional lantaran pengelolaan lahan dan hutan yang belum berkelanjutan.

Pembina Yayasan Dr Sjahrir, Dr Kartini Sjahrir mengatakan pengelolaan lahan gambut sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) mampu memitigasi dari adaptasi perubahan iklim. Pengelolaan harus menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan.

"Jadi upaya pertumbuhan ekonomi dan upaya pelestarian lingkungan itu harus bisa saling mendukung," kata Dr Kartini dalam keterangannya, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.

Dia mencontohkan pemanfatan tanaman sagu di Riau. Selain memberikan penghasilan yang signifikan bagi masyarakat Riau, sagu dapat menjadi alat mengurangi emisi karbon.  Apalagi Provinsi Riau adalah daerah penghasil sagu yang berpotensi untuk peningkatan ekspor.

"Lahan gambut juga bisa digunakan untuk tumpang sari, misalnya untuk nanas, kelapa atau kelapa sawit. Jadi lahan bisa dioptimalkan, sekaligus melakukan konservasi. Untuk itu dibutuhkan teknologi," tuturnya.

(Baca juga: Kemenperin Minta Aturan Pengelolaan Lahan Gambut Direvisi)

Direktur Eksekutif Yayasan Dr. Sjahrir, Damianus Taufan menambahkan, pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan bukan hubungan yang saling menegasikan satu sama lain. "Keduanya bisa sejalan asal ada inovasi dan teknologi," tegas dia.

Indonesia sendiri menyatakan komitmen sukarela untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen pada 2030 dari tingkat business as usual, usaha sendiri serta mencapai 41 persen dengan dukungan internasional. Adapun target penurunan emisi GRK ada dalam lima bidang utama, yaitu kehutanan dan lahan gambut, pertanian, energi dan transportasi, industri serta pengelolaan limbah.

Untuk mencapai target pembangunan tersebut dibutuhkan kerja sama semua pihak, baik pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, universitas, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat pada umumnya.


(HUS)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

3 hours Ago

Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat ikut menyediakan teknologi perekaman KTP-el. Terselip na…

BERITA LAINNYA