Dua Tahun Menjabat, Mentan Copot 80 Pejabat Gagal

M Rodhi Aulia    •    Minggu, 16 Oct 2016 16:38 WIB
mentan
Dua Tahun Menjabat, Mentan Copot 80 Pejabat Gagal
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberi kuliah umum di STTP Gowa, Sulsel, Sabtu 15 Oktober/MTVN/M Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Makassar: Menteri Pertanian Amran Sulaiman berupaya memastikan jajarannya bergerak mewujudkan nawacita di bidang pangan. Amran tak segan memecat pejabat yang tak bekerja baik.

"Enam bulan (menjabat), 30 (pejabat) saya copot. Sekarang sudah 80 lebih kami copot. Itu eselon II dan III. Eselon III tidak terhitung," kata Amran dalam orasinya di Universitas Islam Makassar, Sabtu 15 Oktober 2016.

Di awal menjadi menteri, Amran mengaku dipandang enteng sebagian orang. Tidak terkecuali pejabat dan pegawai di Kementerian Pertanian.

Amran merasa dirinya dipandang awam dalam bidang manajemen dan pertanian. Pejabat di kementerian mencari celah melanggengkan kepentingan terselubung.

"Dia tidak tahu (aku perhatikan) mana yang petarung dan mana yang pecundang. Diam-diam aku perhatikan. Anda gagal, kami copot. Anda korupsi, aku pecat," ujar dia.

Amran menyadari, sebagian besar tidak ada yang mengenal dirinya ketika diangkat sebagai menteri. Jangankan elite nasional, warga kampung halamannya pun banyak yang tak mengenal dia.

"Awal jadi menteri, orang enggak kenal. Ibu rektor kenal saya sebelum jadi menteri? Enggak dikenal. Jakarta enggak kenal. Orang Makassar ditanya, baru kenal saat masuk TV, satu kali. Aku cuma tersenyum. Dalam hati, dia tidak tahu bahwa saya tarzan dari hutan yang akan menyelesaikan persoalan dengan satu pisau," beber dia.

Amran menegaskan, bukan saatnya lagi memperbanyak bicara dan teori. Amran berharap jajarannya bergerak cepat, bekerja, bekerja, dan bekerja.

"Enam bulan awal (menjabat), kami tidak ingin tampil. Enggak mau diwawancara. Prinsip kami, kerja dulu, baru bicara. Kami kunjungi daerah dan kami cari solusi," ucap dia.

Amrang mengklaim menjadi satu-satunya kementerian yang menempatkan petugas KPK berdekatan dengan ruang kerja menteri. Amran meminta KPK tidak segan-segan menyadap seluruh jajaran yang ada di kementeriannya.

"Ini demi merah putih," ucap dia.


(OJE)