Lokasi Aksi di Monas Usulan Kapolri dan Tokoh Muslim

Arga sumantri    •    Rabu, 30 Nov 2016 02:43 WIB
Lokasi Aksi di Monas Usulan Kapolri dan Tokoh Muslim
Ilustrasi aksi damai. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Metrotvnews.com, Jakarta: Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, jadi lokasi yang dipilih untuk menggelar aksi damai 2 Desember mendatang. Lokasi disepakati usai ada pertemuan antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).

Wakil Ketua GNPF-MUI, Zaitun Rasmin menyatakan, lokasi Monas merupakan usulan Kapolri dan sejumlah tokoh Muslim.

"Dari GNPF banyak yang mau bertahan (aksi) di jalanan Sudirman-Thamrin," kata Zaitun usai rapat aksi 2 Desember di Mapolda Metro Jaya, Selasa (29/11/2016).

Zaitun menampik ada kesepakatan khusus memilih Monas jadi lokasi aksi. Tak ada pula lobi-lobi khusus biar usulan Kapolri itu diamini GNPF. "Tidak ada siapa merayu siapa," imbuh Zaitun.

Menurut Zaitun, setelah Kapolri mencetuskan agar aksi berlangsung di Monas, tanpa disanhkan para tokoh Muslim juga punya pikiran serupa. Alasan utama para tokoh Muslim itu sepakat yakni demi menjaga kemaslahatan aksi damai 2 Desember.

"Kita musyawarahkan dari seluruh sisi, ternyata kemaslahatannya lebih besar masuk ke Monas," tutur dia.

Usai lokasi Monas disepakati, Polri dan GNPF MUI pun berembuk terkait konsep juga mekanisme aksi. Pada ujungnya juga disepakati, kalau aksi 2 Desember yang disebut 'super damai' itu tidak bakal diisi orasi. Aksi justru lebih banyak kegiatan keagamaan seperti mendengar ceramah ulama, zikir, serta doa dan diakhiri dengan salat Jumat bersama.

Aksi akan digelar mulai pukul 08.00 hingga pukul 13.00 WIB. Aksi disebut tak bakal berisi orasi seperti unjuk rasa pada umumnya. Aksi justru bakal diisi tausyiah ulama, zikir, serta doa dan salat Jumat bersama.

Polri mewanti-wanti agar tidak ada unjuk rasa lain di luar Monas. Hal itu dimaksudkan agar tidak ada penumpang gelap yang mendompleng aksi bertajuk Bela Islam Jilid 3 itu.

Selain GNPF, salah satu elemen masyarakat yang bakal turun ke jalan pada hari yang sama adalah buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Massa buruh mengaku punya misi yang sama dengan GNPF, namun tidak ikut bergabung di Monas.

 
(SCI)