Pemerintah Bangun 6.902 Sumur Bor untuk Mitigasi Kekeringan

Lis Pratiwi    •    Selasa, 19 Sep 2017 04:41 WIB
kekeringan
Pemerintah Bangun 6.902 Sumur Bor untuk Mitigasi Kekeringan
Ilustrasi sumur bor/foto/Biro Komunikasi Publik, Kementerian PUPR.

Metrotvnews.com, Jakarta: Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sekitar 3,9 juta jiwa masyarakat membutuhkan bantuan air bersih akibat terdampak kekeringan di Jawa dan Nusa Tenggara. Pemerintah pun melakukan sejumlah langkah untuk mitigasi kekeringan.
 
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pemerintah telah melakukan pengeboran air tanah untuk pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat. Pembangunan ini dilakukan di daerah rawan air seperti beberapa kecamatan di Sukabumi, Sragen, Pati, Banjarnegara, dan Sumbawa.
 
Kementerian PUPR sudah melakukan mitigasi kekeringan dengan membangun sumur bor setiap tahunnya di mana saat ini total sebanyak 6.902 sumur bor di berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sumur bor paling banyak terdapat di Pulau Jawa yakni 2.916 sumur, serta di Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 2.174 sumur.  

"Saat terjadi kekeringan, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas, baru setelah itu untuk irigasi lahan pertanian," kata Basuki dalam siaran pers di Jakarta, Senin 18 September 2017.
 
Basuki menambahkan, pemerintah juga tengah mengupayakan suplai air dari waduk-waduk yang ada. Saat ini, terdapat 16 waduk utama serta 75 waduk lainnya. Saat ini, pemerintah juga telah membangun 1.742 embung, serta rehabilitasi 15 danau prioritas. Pada tahun 2017, ditargetkan pembangunan 111 embung baru guna menambah 719 embung yang sudah rampung.

"Sebagai langkah jangka menengah dan panjang mengurangi dampak kekeringan sekaligus ketahanan air kita juga bangun waduk dan embung," jelasnya.

Di samping itu, Basuki juga menghimbau kepada para petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) untuk melakukan pola menggilir air ke daerah rawan kekeringan. "Sebab kalau tidak dilakukan hal tersebut, warga akan berebut air saat terjadi kekeringan," tutupnya.

 


(DHI)