Komunikasi Jadi Pintu Masuk Pelayanan Kesehatan Jemaah Haji

Saikhu Bagowi    •    Kamis, 10 Aug 2017 07:22 WIB
haji 2017
Komunikasi Jadi Pintu Masuk Pelayanan Kesehatan Jemaah Haji
Petugas kesehatan melayani calon haji. (Metro Tv/Saikhu Bagowi)

Metrotvnews.com, Mekkah: Membangun komunikasi yang baik adalah salah satu hal paling penting dalam kelancaran ibadah haji. seperti yang dilakukan oleh petugas panitia penyelenggara haji di klinik kesehatan haji Indonesia, di Mekkah, A Pauzi. Pauzi berasal dari Palembang, tapi dia berusaha menggunakan bahasa Jawa untuk menyapa calon haji asal Solo, Tasaan, yang mengalami gangguan pernapasan begitu tiba dari Madinah ke Mekkah. 

"Sampun umroh dereng? lekas sembuh nggih, biar bapak bisa umroh," sapa Pauzi di Mekkah, Rabu 9 Agustus 2017. 

Komunikasi adalah salah satu cara Pauzi untuk memberikan pelayanana kesehatan ke para calon haji yang mengalami masalah kesehatan. Para petugas kesehatan di sana tak hanya sekadar menyiapkan nebolizer, alat bantu pernapsan, hingga tabung oksigen.

Tasaan tampak nyaman dengan komunikasi yang dibangun oleh Pauzi. Sementara dokter dan perawat lainnya bertugas mendiagnosis terapi yang cocok untuk Tasaan. Mereka yang betugas di klinik kesehatan haji Indonesia daker Makkah berusaha agar semua pasien jamaah haji bisa berhaji dengan wukuf di Padang Arafah sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji. 

Tasaan, salah satunya. Dengan perawatan yang teliti akhirnya bisa pulang ke kloternya dan sudah diperbolehkan melaksanakan ibadah umroh, kendati masih rawat jalan. 


Petugas panitia penyelenggara haji di klinik kesehatan haji Indonesia, di Mekkah, memberikan pelayanan kesehatan. (Metro Tv/saikhu Bagowi)

Beda Tasaan beda pula M, salah satu pasien yang mengalami gangguan jiwa saat tiba di Makkah. Divisi Psiatri melayani M dengan sepenuh hati, mulai dari menyuapi, membersihkan badan, memijit, hingga membelai dengan kasih sayang. Walhasil dalam tiga hari, M bisa diajak berkomunikasi dengan baik, dan pada Rabu 9 Agustus bisa kembali ke kloternya. 

"Bicaranya sudah nyambung," ujar seorang perawat. 

Menyuapi pasien, adalah salah satu jembatan untuk membangun komunikasi antara tamu Allah dengan petugas. Jam makan pun rutin, yakni pagi pukul 6, siang pukul 12, dan malam pukul 18. Momen itu digunakan untuk mencari tahu apa yang dikeluhkan calon haji, apa yang dirasakan, dan keinginan mereka. Para dokter maupun perawat sebisa mungkin menyelami bahasa yang paling sesuai dengan pasien. Para petugas kesehatan menyuapi bukan hanya memastikan kecukupan gizi atau memastikan telah meminum obat, tapi menjadi bentuk komunikasi dan penyampaiaan rasa kasih sayang antara petugas dan para tamu Allah tersebut. 


(LDS)