Isu Kesehatan Menarik untuk Difilmkan

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 19 Oct 2016 00:42 WIB
eagle awards documentary competition
Isu Kesehatan Menarik untuk Difilmkan
Ilustrasi pelayanan kesehatan. (MI/Safir Makki)

Metrotvnews.com, Jakarta: Isu kesehatan yang sangat seksi menjadi alasan mengapa Eagle Institute Indonesia (EII) menyelenggarakan Eagle Awards Documentary Competition hadir dengan tema 'Indonesia Sehat'.

Sekretaris Jenderal EII, Bambang Hamid mengatakan isu kesehatan sangat seksi untuk selalu dibahas. Terlebih Indonesia merupakan negara kepulauan. Banyak pulau-pulau di perbatasan dan daerah terluar yang tidak merasakan akses kesehatan seperti layaknya di Jakarta.

"Tahun ini mengambil Indonesia, tema kesehatan itu seksi tidak pernah ada habisnya. Pasti ada persoalan," kata Bambang saat konferenis pers, di Cinema XXI, Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Bambang menuturkan, permasalahan kesehatan di Indonesia yang begitu kompleks memberikan daya tarik bagi banyak produser untuk membuatkan film. Pada saat diumumkan tema tersebut awal tahun, setidaknya ada 200 proposal yang diterima. Namun, hanya lima finalis yang terpilih.

"Waktu kita putuskan animonya besar. 200 proposal yang kami terima, dan kami sudah seleksi terkumpulah lima finalis," ujar Bambang.

Ada pun film-film yang menjadi finalis kompetisi ini adalah:

Pertama, Film dengen judul 'Kutukan Tak Bertuan'. Film yang disutradarai oleh Rahmi Rizki & Ariza Saputra bercerita tentang sebuah kampung yang memiliki kepercayaan bahwa memakan salah satu hewan kramat akan mengakibatkan penyakit terkutuk. Padahal penyakit tersebut itu sejenis penyakit lepra atau kusta

Kedua, film 'Mama Amamapare' bercerita tentang mama Yakoba yang berprofesi sebagai bidan yang sangat berjasa di Kampung Amamapare, Timika Papua. Mama Yakoba orang yang membantu persalinan di kampung tersebut. Film ini disutradarai oleh Yonri S Revolt & Febian Kakisina.

Film ketiga tentang 'Programmer Cilik'. Pogrammer itu membuat aplikasi CepatSembuh untuk membantu masyarakat mendapat pelayanan kesehatan yang lebih baik. Film ini disutradarai oleh R.A Christie & A. Saka Saputra.

Lalu keempat, film 'Aku Perlu Tahu' yang disutradarai Mufti Rasyid dan fery Sriafandi berisi tentang rentannya penyakit pada alat reproduksi dan kekerasan seksual yang diderita oleh anak-anak difabel.

Kelima film dengan judul 'Sketsa Dua Kisah' disutradari oleh Lutfi Yulisa dan Muhamad Burhan. Film ini bercerita tentang keluarga yang mengidap virus HIV yang berjuang untuk hidup normal.

Adapun kelima film tersebut belum ditayangkan secara komersil di bioskop. Tapi dapat ditonton di Metro TV. Para penonton juga dapat ikut serta untuk memilih film favorite dengan voting melalui www.eagleinstitute/vote.


(LDS)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA