Tiga Kelompok Ini Harus Bertanggungjawab atas Kematian Hillarius

Nur Azizah    •    Jumat, 22 Sep 2017 06:36 WIB
kekerasan
Tiga Kelompok Ini Harus Bertanggungjawab atas Kematian Hillarius
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Kabid Pemenuhan Hak Anak LPAI Reza Indragiri mengatakan, ada tiga kelompok yang harus bertanggung jawab terhadap kematian Hilarius Chrisyian Event Raharjo. Kelompok pertama adalah pelaku yang melakukan kekerasan terhadap Hilarius.

Kelompok kedua adalah siswa yang menyuruh atau memprovokasi tindak kekerasan. Sementara kelompok ketiga adalah masyarakat yang mengetahui ada pertarungan tetapi mengabaikan.

“Setidaknya itu yang harus bertanggung jawab atas kematian Hilarius. Masyarakat yang tahu tapi tidak melapor bisa dikenakan sanksi,” kata Reza dalam program Primetalk Metro TV, Jakarta, Kamis, 21 September 2017.

Reza menyampaikan untuk mengatasi kasus tersebut tidak bisa dengan pidana semata. Menurutnya restorasi justice adalah pendekatan paling ampuh untuk memutus mata rantai kekerasan.

“Keadilan restorasi tidak lagi individu satu dengan individu lainnya. Harus ada restorasi keluarga, sekolah, dan lingkungan,” ungkapnya.

Sementara komisioner KPAI Retno Listyarti menginginkan korban dan pelaku direhabilitasi. Menurutnya, pelaku adalah korban di masa lalu.

“Korban juga bisa menjadi pelaku di masa datang. Memutus mata rantai tradisi kekerasan bisa dengan rehabilitasi,” pungkasnya.

Kasus Hilarius mencuat setelah postingan curhatan ibu korban Maria Agnes yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo melalui media sosial.

Dalam curhatan ibunya menceritakan ada aksi tawuran pelajar ala "gladiator" antara sekolah SMA Budi Mulya dengan SMA Mardi Yuana yang terjadi 29 Januari 2016 lalu tepatnya pukul 15.00 sampai 17.00 WIB.

Lokasi tawuran tersebut terjadi di Taman Palupuh, Kelurahan Tegal Gundi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Peristiwa tersebut menyebakan kematian anaknya Hilarius. Peristiwa tersebut direncanakan oleh kedua belah pihak, lima siswa SMA Mardi Yuana, dan tiga siswa SMA Budi Mulya.

Mereka sepakat melakukan 'Bomboma' yaitu perkelahian ala 'gladiator' di mana masing-masing pihak bertanding dan berkelahi hingga salah satu di antaranya minimal tiga orang menyerah.


(LDS)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

3 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA