Pemerintah Tingkatkan Keramahan Masyarakat untuk Dongkrak Pariwisata

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 27 Jul 2017 06:57 WIB
pariwisata
Pemerintah Tingkatkan Keramahan Masyarakat untuk Dongkrak Pariwisata
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. ANT/Puspa Perwitasari.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah menargetkan 19 hingga 20 juta pelancong mancanegara pada tahun 2019. Segala upaya dilakukan agar target itu tercapai.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah tidak hanya serius membenahi infrastruktur, bandara, dan kebersihan. "(Tapi juga serius) meningkatkan keramahtamahan warga di daerah-daerah tersebut," kata Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu 26 Juli 2017.

Saat ini, lanjut Kalla, pemerintah sedang mengembangkan 10 daerah tujuan wisata baru dengan slogan ‘Bali and beyond’. Daerah tersebut seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Mandalika di Lombok, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Tanjung Lesung di Banten, dan Tanjung Kelayang di Belitung.

Selain itu, Candi Borobudur di Jawa Tengah, Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, Labuan Bajo, dan Bromo Tengger Semer di Jawa Timur. Kalla memamerkan semua ini dihadapan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim.

Bersama Kim, Kalla juga membahas penanganan stunting. Kata dia, persoalan ini tak hanya diselesaikan dengan menyediakan asupan gizi yang baik untuk ibu dan anak. Tapi, pemerintah juga harus memperhatikan pembangunan rumah dan penyediaan sanitasi yang baik.

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan di Indonesia. Kalla mengapresiasi komitmen tersebut dan meminta Bank Dunia mendukung usaha pemerintah Indonesia khususnya dalam menangani stunting (kekurangan gizi kronis), mengembangkan pariwisata, dan meningkatkan pembangunan infrastruktur.

Selain Kim, pertemuan tersebut juga dihadiri Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Victoria Kwakwa, Direktur Negara untuk Indonesia and Timor Leste Rodrigo Chaves, Direktur Regional International Finance Corporation (IFC) Vivek Pathak, Manajer Negara IFC Azam Khan, Manajer Operasional Bank Dunia untuk Indonesia Rolande Pryce, dan Penasihat Presiden Grup Bank Dunia Aurelie Chardon



(DRI)