Presiden Ingatkan Pelajar akan Persaingan Global

Lis Pratiwi    •    Sabtu, 17 Jun 2017 21:28 WIB
pendidikanpresiden jokowi
Presiden Ingatkan Pelajar akan Persaingan Global
Presiden Joko Widodo saat bertemua ribuan siswa di Wonosobo, Jawa Tengah. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman

Metrotvnews.com, Wonosobo: Presiden Joko Widodo mengingatkan para pelajar di Wonosobo untuk siap akan persaingan global yang harus mereka hadapi. Sebab, persaingan antar negara akan semakin ketat dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.

“Sekali lagi saya berharap semua belajar dengan baik. Jangan mau kalah dengan teman-teman kita dari negara lain,” ucap Presiden dalam penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Gedung Sasana Adipura, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu 17 Juni 2017.

Presiden mengingatkan bahwa untuk menjadi penerus negara maka tugas utama anak-anak adalah belajar yang rajin sehingga dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Anak-anak harus terus belajar, SD belajar biar nanti naik ke SMP. SMP juga belajar biar naik SMA/SMK, SMA/SMK juga belajar biar naik ke perguruan tinggi. Tugas anak-anak belajar,” kata Jokowi dalam keterangan pers yang diterima Metrotvnews.com.

Dalam kunjungannya, Presiden membagikan 1054 KIP. Sebanyak 432 kartu dibagikan untuk siswa SD, 141 kartu untuk siswa SMP, 132 kartu untuk siswa SMA dan 239 kartu untuk siswa SMK. Untuk Paket A dan Paket B masing-masing mendapat 5 kartu dan 15 kartu.

Presiden juga memberikan dana bantuan kepada para pelajar tingkat SD sebesar Rp450 ribu per tahun. Untuk pelajar SMP, diberikan Rp750 ribu. Sedangkan untuk tingkat SMA maupun SMK, diberikan dana bantuan sebesar Rp1 juta per tahun.

Presiden pun mengingatkan para pelajar agar menggunakan dana tersebut dengan bijak guna memenuhi kebutuhan pendidikan, seperti sepatu, seragam, atau tas sekolah. "Kalau nanti ketahuan yang beli pulsa, kartunya dicabut. Janjian ya,” tutur presiden.

Kunjungan presiden turut dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.


(SUR)