Ada 4 Juta Data KTP-el tak Bisa Dicetak

M Sholahadhin Azhar    •    Rabu, 13 Sep 2017 20:18 WIB
e-ktp
Ada 4 Juta Data KTP-el tak Bisa Dicetak
Warga menunjukkan KTP elektronik. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari).

Metrotvnews.com, Jakarta: Pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) terhambat. Kali ini bukan karena ketersediaan blangko, namun data yang diduga ganda.

"Empat juta antre (tak bisa dicetak), untuk ditunggalkan agar tidak menjadi data ganda," kata Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Zudan Arif Fakrulloh melalui pesan singkat, Rabu 13 September 2017.

Sebanyak empat juta data itu berpotensi ganda meski belum tentu semuanya. Ditjen Dukcapil tengah menyisir keabsahan data tersebut. 

"Belum pasti data ganda. Tapi bisa ada yang merekam ganda," imbuh Zudan.

(Baca juga: Pemerintah Akan Cetak 18,9 Juta Blangko KTP-el)

Namun begitu dia memastikan proses menyisir keabsahan data tak mengganggu aktifitas lainnya seperti pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang tengah berlangsung. Sebab penunggalan data, berbeda dengan proses KTP-el.

"Tidak mengganggu proses (CPNS), karena terpisah," katanya.

Yang perlu digarisbawahi, Dukcapil sudah mencetak lebih dari 175 juta keping KTP-el. Sementara total masyarakat yang wajib memiliki dokumen kependudukan itu sebanyak 189 juta orang. Zudan menjamin ketersediaan blangko untuk pemenuhan target cetak.

(Baca juga: Mendagri Targetkan Penerbitan KTP-el Selesai Tahun Ini)

Pihaknya menyiapkan 7,4 juta keping blangko hasil tender April 2017. Kemendagri juga sudah memulai proses lelang blangko KTP-el untuk tahap selanjutnya. 

"Blangko terus kita kirim bertahap dengan daerah minta blangko melalui surat resmi. Kita cek kebutuhannya, blangko terbatas bila daerah perlu untuk mencetak ganti alamat (warga) akibat pemekaran provinsi, kabupaten, atau kota," kata Zudan.




(HUS)

KPK Beberkan Proses Penetapan Tersangka Setya Novanto

KPK Beberkan Proses Penetapan Tersangka Setya Novanto

2 hours Ago

KPK meyakinkan, semua proses hukum sudah sesuai aturan berdasarkan alat bukti permulaan yang cu…

BERITA LAINNYA