Metro News

Pelaksanaan SBMPTN Bebas dari Kecurangan

   •    Kamis, 18 May 2017 10:31 WIB
sbmptn
Pelaksanaan SBMPTN Bebas dari Kecurangan
Peserta mengerjakan soal ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN), Tangerang Selatan, Banten. (Foto: MI/Bary Fathahilah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir memastikan proses pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di seluruh Indonesia bebas dari kecurangan.

Nasir menyebut, dengan kemajuan teknologi, tingkan kebocoran soal untuk seleksi masuk perguruan tinggi negeri semakin lama semakin berkurang hingga tidak ditemukan lagi.

"Alhamdulillah tahun ini kami memantau seluruh Indonesia tidak ada satu kekurangan atau kebocoran soal atau joki yang ada di penerimaan masuk perguruan tinggi negeri," ujar Nasir dalam Metro Pagi Primetime, Kamis 18 Mei 2017.

Meskipun tidak ditemukan adanya kecurangan, Nasir mengakui masih ada sejumlah kekurangan. Salah satunya tidak disediakannya soal-soal khusus braille bagi peserta penyandang disabilitas.

Khusus untuk hal ini, Nasir mengatakan bahwa penyandang disabilitas didampingi oleh dua pengawas yang membantu peserta untuk menyelesaikan soal-soal.

"Yang satu membacakan soal, yang satu mengisi dibantu juga cara pengisiannya oleh pengawas sehingga yang berkebutuhan khusus ini jauh lebih baik dan proses ini akan terus dilakukan supaya tidak ada kecurangan," jelas Nasir.

Hal serupa juga diungkapkan Ketua Pelaksana SBMPTN yang juga Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret Ravik Karsidi. Ravik mengatakan panitia baik di pusat maupun daerah telah mempersiapkan sedemikian rupa agar pelakanaan SBMPTN tidak disusupi oleh kecurangan-kecurangan.

"Tempat duduk saja diatur, dan soal pun antara yang di depan dan di belakang tidak sama," kat Ravik.

Tak hanya itu, panitia juga memberlakukan aturan ketat, melarang peserta membawa ponsel selama tes SBMPTN berlangsung. Fakta bahwa masih ada peserta yang membawa ponsel ke ruang seleksi, Ravik memastikan bahwa hal itu terjadi sebelum tes SBMPTN dimulai.

"Memang ditemukan, tapi sebelum acara dimulai. Selain itu kami juga sudah mengatur bahwa di ruangan ujian tidak mungkin ada sinyal sehingga yang tidak ketahuan membawa ponsel tetap tidak bisa menggunakannya," jelas Ravik.




(MEL)