Mendikbud Bantah Tudingan Kebijakan 5 Hari Sekolah Matikan Madrasah

Intan fauzi    •    Rabu, 14 Jun 2017 06:05 WIB
mendikbud
Mendikbud Bantah Tudingan Kebijakan 5 Hari Sekolah Matikan Madrasah
Muhadjir Effendy. Foto: MI/Bagus Suryo

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan, kabar bahwa Kemendikbud ingin mematikan kegiatan madrasah dengan kebijakan lima hari sekolah keliru. Ia bilang, Peraturan Mendikbud Nomor 23 Tahun 2017 itu tak mungkin mematikan madrasah.

"Sangat tidak mungkin itu, justru ada simbiosis saling menguatkan antara madrasah dan sekolah," kata Muhadjir di Hotel Ciputra, Jalan Letjend S. Parman, Jakarta Barat, Selasa 13 Juni 2017.

Ia menjelaskan, kegiatan belajar mengajar delapan jam bisa tak sepenuhnya dilakukan di lingkungan sekolah. Muhadjir bahkan meminta untuk SD dan SMP hanya melakukan kegiatan di sekolah sampai jam satu siang.

"Kemudian dilanjutkan kokurikuler, kokurikuler yang bekerjasama dengan madrasah," ujar Muhadjir.

Muhadjir mengatakan, dalam hal ini sekolah dan madrasah dapat saling menguatkan. Ia juga mendorong supaya pemerintah daerah melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan keagamaan melalui nota kesepahaman.

"Tidak kemudian delapan jam dihabiskan di sekolah, apalagi dalam kelas, sumpek. Jangankan anak-anak, saya saja sumpek," jelas Muhadjir.


(SCI)