Transformasi Dompet Dhuafa Social Enterprise di Momen Ramadan

Juven Martua Sitompul    •    Sabtu, 17 Jun 2017 22:22 WIB
Transformasi Dompet Dhuafa Social Enterprise di Momen Ramadan
Sejumlah petinggi Dompet Dhuafa Social Enterprise (DDSE) oleh Yayasan Dompet Dhuafa dalam acara perilisannya hari ini, Sabtu (17/6). Foto: MTVN/Juven Martua Sitompul

Metrotvnews.com, Jakarta: Yayasan Dompet Dhuafa merilis Dompet Dhuafa Social Enterprise (DDSE), salah satu badan usaha formal berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Pendirian DDSE dilatarbelakangi berkembangnya pelayanan Dompet Dhuafa termasuk banyaknya kerja sama dengan sejumlah korporasi.

Direktur Utama DDSE Yuli berharap dengan didirikannya DDSE ini, yayasan Dompet Dhuafa bisa memberi pelayanan secara profesional, transparan dan akuntabel ke masyarakat. Khususnya ke kelompok warga tidak mampu.

"Hasil dari keuntungan setelah dikurangi operasional akan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat miskin," kata Yuli di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu 17 Juni 2017.

Yuli menuturkan, sejak digagas tepatnya pada tahun 2015 silam, DDSE telah bersinergi dengan sejumlah kalangan dan perusahaan. Baik secara skala nasional ataupun internasional yang bergerak dalam berbagai kegiatan pembangunan ekonomi masyarakat.

"Pertumbuhan DDSE saat ini semakin menguat dan berkembang dengan baik. Pemungutan pertumbuhan ini dibuktikan dengan perolehan omset DDSE akhir tahun 2016 mencapai Rp97 miliar," ujarnya.

Dia mengklaim, perolehan laba DDSE pada ramadan tahun ini meningkat secara drastis. Pencapaian ini dilihat dari bertambahnya mitra usaha, agen, serta costumer yang menjalin kerja sama dengan DDSE.

Dengan meningkatnya laba, DDSE memberikan bantuan dan pelayanan secara gratis. Adapun unit-unit yang telah berjalan di DDSE antara lain, kesehatan mandiri, pendidikan mandiri dan karya masyarakat mandiri.

"Kesehatan mandiri yang sudah berjalan saat ini adalah RS Rumah Sehat Terpadu, RS Aka Medika Sribhawono, dan RSIA Sayyidah. Menyusul tiga rumah sakit lagi yang akan beroperasi," ucap Yuli.

Kemudian, ada juga unit CSRFokus, DD Travel, DD medika, DD konstriksi. Lalu, lanjut Yuli, DD Niaga, DD Publika, dan terakhir wasila Nusantara.
(SUR)

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

1 hour Ago

Azmin akan menjadi saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiha…

BERITA LAINNYA