Guru pun Kadang Bisa Menjadi Perundung

   •    Kamis, 10 Aug 2017 12:03 WIB
bullying
Guru pun Kadang Bisa Menjadi Perundung
Praktisi Pendidikan Najeela Shihab. (Foto: MI/Bary Fathahilah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus perundungan yang banyak terjadi di lingkungan sekolah umumnya menimpa anak-anak yang dianggap lemah dan berbeda. Perundungan sering kali berulang lantaran saksi-saksi atau sebaya yang melihat dan mengetahui tak berani melerai atau justru hanya menonton dan menyoraki.

Tapi ternyata kasus perundungan tak melulu dilakukan antar-siswa. Disadari atau tidak, kadang, guru pun ikut terlibat dalam kasus perundungan. Bagaimana bisa?

"Guru yang melakukan kekerasan bisa beragam. Tapi utamanya, memang membiarkan dan menutup mata seolah itu adalah hal normal, membiarkan anak menyelesaikan konfliknya sendiri. Jadi tujuan dia ke sekolah hanya agar anak pintar dan materinya selesai," ujar Praktisi Pendidikan Najeela Shihab, dalam Selamat Pagi Indonesia, Kamis 10 Agustus 2017.

Padahal, menurut Najeela, tugas seorang guru bukan hanya mennyampaikan materi, memastikan bahwa nilai ujian anak baik, lalu selesai.

Lebih dari itu, guru harus bisa menempatkan diri di antara anak didik sebagai bagian dari pembentukan karakter, pembentukan komunitas dan budaya yang baik antar-siswa.

Sayangnya, masih ada sejumlah guru yang tidak hanya membiarkan perundungan antar-siswa terjadi namun juga turut aktif melakukan kekerasan terhadap murid. Misalnya menegakkan disiplin disertai ancaman secara verbal atau memberikan beban (tugas) berlebihan kepada murid jauh di luar batas kemampuannya

"Misalnya beban pekerjaan rumah yang berlebihan atau anak-anak yang ketinggalan pelajaran bukannya dibantu malah dihukum, dilabeli sebagai anak bodoh, dan lain-lain. Itu termasuk kekerasaan, padahal anak punya hak mendapatkan pendidikan yang menumbuhkan dia bukan malah menekan," jelasnya.




(MEL)