Jemaah Haji Indonesia Diimbau Mewaspadai Penipuan

Siswantini Suryandari    •    Kamis, 10 Aug 2017 10:54 WIB
haji 2017
Jemaah Haji Indonesia Diimbau Mewaspadai Penipuan
Ilustrasi jemaah haji/MI/M. Irham

Metrotvnews.com, Mekkah: Data Sistem Komputerisasi dan Informasi Haji Terpadu (Siskohat) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Mekkah menunjukkan sekitar 18 ribu calon haji sudah diberangkatkan sejak Mingu 6 Agustus hingga Rabu 9 Agustus. PPIH Daker Mekkah meminta jemaah selalu waspada dan berkoordinasi dengan petugas.

Banyak jemaah Indonesia mengalami masalah. Mulai tindak kriminal sampai kasus penipuan jasa dorong kursi roda.

Berdasarkan data-data yang masuk melalui Kasie Perlindungan Jamaah (Linjam) Letkol Rijal Kani, setidaknya ada dua kasus pencopetan dan lima kasus penipuan terkait jasa dorong kursi roda. Pelaku merupakan mukimin tidak bertanggung jawab.

Rijal Kani telah meminta kepada seluruh personel Linjam di setiap sektor mewaspadai orang-orang tak dikenal yang masuk ke hotel.

"Sudah banyak yang kita tangkap, dari sektor 2, 5, 6 dan 8. Mereka ini mukimin, yang menawarkan jasa dorong kursi roda. Sudah kita data semua, yang memiliki surat resmi (iqomah) kita beri peringatan. Dan yang tidak berizin akan kita serahkan kepada pihak keamanan di Arab Saudi," ujar Rijal Rabu 9 Agustus malam waktu Mekkah.

Rijal menjelaskan, kejadian tersebut tidak bisa dibiarkan. Jemaah harus terdata dan selalu berkoordinasi agar petugas mudah melacak pelaku penipuan.

"Kementerian Haji Arab Saudi sebenarnya sudah menyiapkan petugas jasa dorong bagi jemaah lansia untuk tawaf dan sai. Harganya saat ini mencapai 250 real," kata Rijal.

Pada kesempatan sama, Pelaksana Linjam Mayor Reza Fajar Lesmana mengatakan, penertiban terhadap oknum mukimin di pemondokan jemaah akan  terus dilakukan.

"Karena itu jemaah jangan mudah percaya, sebelum berkoordinasi dengan petugas," tegas dia.

Reza menceritakan, sebelumnya ada jemaah yang mengeluarkan uang sampai 1.000 real dan Rp1,8 juta untuk membayar orang untuk jasa dorong saat tawaf dan sai. Meski oknum itu menyelesaikan tugasnya, harga yang diambil sangat tidak wajar.

"Kami mengimbau agar jemaah selalu berkoordinasi dan jangan mudah percaya begitu saja," ucap dia.


(OJE)