Proyek 2 Rel Ganda Manggarai-Cikarang Perkecil Dampak Keterlambatan

Ilham wibowo    •    Jumat, 25 Nov 2016 23:02 WIB
kereta api
Proyek 2 Rel Ganda Manggarai-Cikarang Perkecil Dampak Keterlambatan
tinjauan proyek pembangunan jalur kereta dua rel ganda atau double-double track (DDT) Manggarai-Cikarang. (MTVN/Ilham Wibowo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah tengah merampungkan proyek pembangunan jalur kereta dua rel ganda atau double-double track (DDT) Manggarai-Cikarang yang masih terkendala pembebasan lahan. Proyek ini ditargetkan bisa digunakan pada 2019 mendatang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, proyek DDT ini sangat penting karena bakal melayani 850 ribu warga yang menggunakan kereta api per harinya. Bila telah selesai, proyek dengan nilai investasi Rp 5,5 triliun ini dapat meminimalisasi dampak keterlambatan.

"Sebulan ini kita dapat banyak laporan keterlambatan. Kami ingin memastikan keterlambatan penumpang karena apa, keterlambatan proyek karena apa," kata Budi saat meninjau lokasi proyek di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2016)

Budi tak sendiri melakukan kunjungan. Ia ditemani Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Budi dan Direktur Utama PT KAI Edy Sukmoro untuk melihat perkembangan proyek tersebut.

"Ke depan kami akan melakukan percepatan pengerjaan ini dengan tiga shift. Juga kami minta ke kereta api untuk bekerja lebih kooperatif dengan kontraktor.

Saya juga minta Pak Gubernur untuk membantu," kata Budi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun sepakat akan membantu program pemerintah pusat dalam proyek ini. Soni sapaan Sumarsono mengatakan, Pemprov DKI akan membantu dalam hal pembebasan lahan.

"Ada di beberapa titik di beberapa stasiun, yang jelas paling banyak di Cikini. Ada sekitar 18 sampai 20 bangunan yang harus kita ajak kompromi untuk pembebasan lahan," kata Soni.

Menurut Soni, pihaknya hanya akan membantu proses kebijakan pembebasan lahan. Sementara dana penggantian akan diserahkan kepada pengembang proyek. Penertiban pun diamini akan dilakukan usai Pilkada DKI selesai.

"Tergantung jenisnya. Kalau pembebasan itu pasti ada penggantian. Kalau ada penggusuran ya sifatnya pengalihan saja. Karena dipakai untuk kepentingan umum dan dalam regulasi dimungkinkan itu," kata Soni.

Sumarsono menambahkan, titik lain yang juga akan terdampak pembebasan lahan adalah kawasan Cipinang. Lokasi ini masih terkendala lantaran dijadikan tempat penampungan sampah sementara. Soni pun menyanggupi mencarikan lahan lain untuk pengelolaan sampah tersebut.

"Yang lainnya hanya penertiban saja untuk bangunan di sepanjang perjalanan kereta api," ujar Soni.


(LDS)