Mensos Prihatin Slamet Menikah di Bawah Umur

Faisal Abdalla    •    Minggu, 16 Jul 2017 15:08 WIB
pernikahan
Mensos Prihatin Slamet Menikah di Bawah Umur
Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa. (Ilustrasi Metrotvnews/Mohammad Rizal).

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengomentari fenomena pernikahan beda usia antara Slamet, 16, dan Rohaya, 61, yang viral beberapa waktu lalu. Fenomena pernikahan beda usia bukan hal baru. 

Khofifah tidak mempermasalahkan perbedaan usia antara Slamet dan nenek Rohaya yang terlampau jauh. Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak era Gusdur itu lebih menyayangkan usia Slamet yang masih di bawah umur untuk menikah. 

"Saya turut prihatin. Tapi bukan karena perbedaan usia, namun salah satu yang menikah itu masih di bawah umur. Dalam UU perkawinan Nomor 1 Tahun 1974, usia menikah untuk laki-laki itu 19 tahun," ujar Khofifah saat ditemui wartawan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggi 16 Juli 2017. 

Khofifah telah mengirim Satuan Bakti Pekerja Sosial (Saktipeksos) guna mencari tahu latar belakang keduanya yang memutuskan untuk menikah. Selain itu, Khofifah juga meminta Slamet dan nenek Rohaya diperiksa secara medis. 

Kemensos sendiri terus membujuk Slamet agar tetap melanjutkan pendidikan. Pasalnya Slamet putus sekolah sejak duduk di kelas 2 Sekolah Dasar. 

"Kita akan bujuk agar mau mengambil kejar paket. Setelah itu melanjutkan pendidikannya," terang Khofifah. 

Terkait dengan fenomena pernikahan anak di bawah umur, Khofifah mengajak semua pihak untuk mengacu pada UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Pernikahan. 

"Jikalau UU Tahun 1974 saja sudah mengatur usia pernikahan laki-laki itu 19 tahun dan perempuan 16 tahun, maka sekarang saya harap usia menikah perempuan minimal setelah lulus SMA, dan laki-laki setelah lulus kuliah," ujar Khofifah. 

Khofifah juga meminta agar konten terkait dengan aktivitas pernikahan Selamet dan nenek Rohaya tidak disebarluaskan di media sosial. Ia khawatir hal tersebut akan dijadikan role model bagi orang lain. 

"Edukasi itu penting. Untuk itu saya minta kepada rekan-rekan semua agar tidak lagi menyebarkan foto-foto ataupun bentuk media lain yang menggambarkan aktivitas bulan madu ananda Selamet dan nenek Rohaya karena saya khawatir akan dijadikan role model oleh orang lain," tutup Khofifah.


(HUS)