KASN Temukan 35 Kasus Jual Beli Jabatan di 2016

Desi Angriani    •    Kamis, 12 Jan 2017 14:00 WIB
suap di ma
KASN Temukan 35 Kasus Jual Beli Jabatan di 2016
Komisioner KASN Waluyo/MTVN/Desi Angriani

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mencatat puluhan kasus jual beli jabatan terjadi sepanjang 2016. Kasus tersebut masuk ke dalam kategori modus baru korupsi.

"Pelanggaran kode etik ada 35 kasus dan jual beli jabatan masuk dalam pelanggaran norma etik dan norma perilaku," kata Komisioner KASN Waluyo di Bakoel Coffe, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/1/2017).

Waluyo menjabarkan, terdapat 278 kasus dalam laporan pengaduan dan penyelidikan selama 2016. Sebanyak 205 kasus selesai ditangani dan 73 kasus masih dalam proses penyelidikan.

Sementara itu, pelanggaran asas netralitas merupakan kasus terbanyak yang pernah ditangani KASN. "37 kasus netralitas, kan Desember kan pilkada serentak, mobilisasi atribut logistik dan voters. Mana ada makan siang yang gratis," ucap dia.

Menurut dia, jual beli jabatan dapat ditekan dengan penguatan peran KASN serta kerja sama dengan lembaga penegak hukum. Termasuk menerima laporan dari forum daerah terkait kasus-kasus tersebut.

"Kita bisa bekerja sama dengan lembaga penegak hukum. Kita bisa bekerja sama dengan forum daerah nantinya. Ini perlu diperkuat," ucap dia.

Kasus jual beli jabatan belakangan ramai diperbincangkan. Salah satu kasus besar yang diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi ialah jual beli jabatan oleh Bupati Klaten Sri Hartini.

Sri kini terpaksa mendekam di penjara 20 hari, terhitung Sabtu 31 Desember 2016 hingga 19 Januari 2017. Bupati periode 2016-2021 itu ditahan di Rutan Klas I cabang KPK di Jakarta Timur.

Tarif jual beli jabatan di wilayah ini tergolong tinggi. Tarif tertinggi ialah untuk menjadi sekretaris daerah, mencapai Rp1 miliar.


(OJE)