Layanan Katering Haji Tahun Depan bakal Diubah

Siswantini Suryandari    •    Kamis, 05 Oct 2017 10:40 WIB
haji 2017
Layanan Katering Haji Tahun Depan bakal Diubah
Jemaah haji Indonesia/MI/Siswantini Suryandari

Metrotvnews.com, Madinah: Pelayanan katering untuk jemaah haji Indonesia akan diubah. Kabid Katering PPIH Arab Saudi Abdullah mengatakan, perubahan ada pada makanan, distribusi, dan penambahan layanan.

"Pertama untuk menghindari kebosanan, diupayakan penyempurnaan menu dan perubahan siklus menu dari per minggu menjadi per sepuluh hari," ucap dia di Madinah, Rabu 4 Oktober waktu setempat.

Perubahan juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya kegagalan menyiapkan chef ileh perusahaan. PPIH memandang perlu adanya perekrutan chef cadangan dari Indonesia.

"Ketiga, mengkaji ulang pola distribusi kapasitas penyediaan katering kepada tiap perusahaan. Agar masing-masing masih bisa menerima pengalihan penyediaan pada saat ada perusahaan yang wan prestasi dan diputus kontrak," ucap dia.

PPIH juga bakal mengubah waktu distribusi makan di Madinah seperti di Makkah. Makan siang dimulai pukul 08.00-11.00 waktu Arab Saudi (WAS), makan malam mulai pukul 17.00-21.00 WAS.

Pada pelaksanaan haji tahun depan, pihaknya mengusulkan adanya tambahan layanan katering di Mekkah menjadi 25 hari atau sebanyak 50 kali makan. Butuh anggaran SAR300 per jemaah untuk tambahan layanan katering.

Usulan ini, kata Abdullah, didasarkan pada aspirasi jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji. Dalam setiap kesempatan monitoring, jemaah berharap katering bisa diberikan secara penuh di Mekkah sehingga mereka tidak perlu lagi mencari makan di luar. Selain tidak terjamin kebersihannya, ternyata tidak mudah mencari sarapan pagi di Mekkah.

"Di Armina (Arafah, Muzdalifah, Mina), kami juga akan mengusulkan adanya tambahan makan satu kali untukmakan siang pada tanggal 8 Dzulhijjah. Sebab, banyak jemaah haji Indonesia yang sudah didorong ke Arafah sejak jam 08.00 WAS," ucap dia.

Sementara itu layanan katering bagi jemaah haji di Madinah berakhir hari ini. Berakhirnya layanan katering akan ditandai dengan distribusi 761 boks makan siang kepada dua kloter terakhir.

"Sebanyak 310 boks untuk jemaah kloter 95 Embarkasi Solo (SOC 95) dan 451 boks untuk makan siang jemaah kloter 10 Embarkasi Lombok (LOP 10). Ini sekaligus menandai berakhirnya layanan katering bagi jemaah haji Indonesia di Madinah,” terang Abdullah

Menurut Abdullah, layanan katering di Madinah terbagi dalam dua fase, yaitu jemaah gelombang satu dan jemaah gelombang kedua. Layanan katering bagi jemaah gelombang satu berlangsung dari 28 Juli-28 Agustus 2017.

"Jumlah kloter yang berhasil dilayani pada tanggal tersebut sebanyak 251 kloter, dengan jumlah makanan yang didistribusikan sebanyak 1. 804.562 boks," terangnya.

Sedangkan layanan katering untuk jemaah haji gelombang kedua, berlangsung dari 12 September – 5 Oktober 2017. "Total makanan yang didistribusikan 1.825.252 boks," kata Abdullah.

Secara umum layanan katering di Madinah berjalan lancar. Abdullah tidak menampik adanya permasalahan di lapangan, tetapi semuanya bisa diatasi dengan baik.


(OJE)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

3 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA