Jokowi: Tidak Ada Keharusan Terapkan Full Day School

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 10 Aug 2017 20:09 WIB
sekolah sehari penuh
Jokowi: Tidak Ada Keharusan Terapkan <i>Full Day School</i>
Presiden Joko Widodo membaca berkas sebelum memimpin rapat tentang evaluasi Tingkat Komponen Dalam Negeri di Kantor Presiden. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari).

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo akhirnya memberi solusi atas polemik penerapan aturan sekolah lima hari atau full day school. Kata Jokowi, sekolah tidak wajib menerapkan aturan tentang hari sekolah tersebut.

"Tidak ada keharusan untuk lima hari sekolah. Jadi tidak ada keharusan full day school," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.

(Baca juga: Kebijakan Full Day School bakal Diatur Lebih Komprehensif)

Jokowi menyadari banyak sekolah yang tak bisa menerapkan aturan sekolah lima hari. Karena itu, pemerintah tak akan memaksakan aturan ini diadopsi seluruh sekolah dan mengambil jalan tengah dengan membuat aturan itu menjadi fleksibel.

"Karena ada yang siap ada yang belum, ada yang sudah bisa terima dan ada yang belum. Jadi kita harus tahu, jika ada sekolah yang memang sudah lama melakukan sekolah lima hari dan didukung masyarakat ulama dan orang tua murid, silakan diteruskan," tegas dia.

Aturan full day school tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017. Aturan itu mengubah jadwal sekolah menjadi lima hari seminggu dan delapan jam per hari. Jokowi kemudian mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Penguatan Pendidikan Karakter sebagai penyempurnaan beleid tentang Hari Sekolah tersebut.

(Baca juga: Persatuan Guru NU Kabupaten Malang Tolak Sekolah Lima Hari)

Aturan ini menimbulkan pro dan kontra. Sejumlah pihak menilai aturan full day school mematikan madrasah dan pesantren. Tak sedikit pula yang menyebut aturan ini baik karena dianggap mampu menumbuhkan karakter anak.


(HUS)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

23 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA