Indonesia Bisa Tiru Jerman dalam Meredam Penyebaran Konten Radikal di Media Sosial

   •    Senin, 17 Jul 2017 11:07 WIB
terorismetelegram
Indonesia Bisa Tiru Jerman dalam Meredam Penyebaran Konten Radikal di Media Sosial
Pengamat Media Sosial Nukman Luthfie. (Foto: MI/Adam Dwi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Selain aplikasi Telegram, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika juga mengancam akan memblokir aplikasi lain seperti facebook dan Youtube jika masih membiarkan konten-konten radikal dan terorisme menyebar di media sosial. 

Pengamat Media Sosial Nukman Luthfie mengatakan hal ini juga merupakan gertakan agar penyedia layanan aplikasi media sosial ikut bertanggung jawab terhadap konten-konten yang membahayakan bagi penggunanya.

"Tapi ada cara lain yang lebih bagus, seperti Jerman yang mengatakan kepada facebook, kalau kamu (facebook) tidak ikut meredam konten-konten radikal dan teror maka akan dikenai denda setiap ada penyebaran," ujar Nukman dalam Selamat Pagi Indonesia, Senin 17 Juli 2017.

Menurut Nukman, pemerintah bisa melakukan dua cara untuk meredam penyebaran konten radikal dan terorisme; menutup sebagian atau denda. Namun, ia menilai yang lebih efektif adalah denda, seperti yang dilakukan Jerman. 

Kata dia, semakin banyak penyebaran konten radikal maka semakin besar denda yang harus dibayarkan oleh platform penyedia layanan aplikasi di media sosial.

Namun untuk saat ini, kata Nukman, kewenangan pemerintah hanya memblokir situs-situs maupun aplikasi yang memudahkan konten radikal dan terorisme menyebar. Jika kemudian pemerintah mencontoh Jerman, perlu ada payung hukum baru agar upaya pemerintah dalam meredam konten negatif dapat terakomodasi.

"Tapi ini intinya adalah menutup pemilik platform jangan suka mengeruk pasarnya saja, tapi jaga juga suasana di Indonesia. Menurut saya denda adalah yang terbaik," katanya. 




(MEL)

Penyakit Novanto Kembali Bertambah

Penyakit Novanto Kembali Bertambah

1 hour Ago

Setyo menduga vertigo yang diderita Novanto berasal dari penyakit sinusitisnya.

BERITA LAINNYA