Pemda Gorontalo Diminta Maksimalkan Sektor Pertanian dan Kehutanan

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 06 Jun 2017 15:26 WIB
pertumbuhan ekonomi
Pemda Gorontalo Diminta Maksimalkan Sektor Pertanian dan Kehutanan
Presiden Joko Widodo/ANT/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengingatkan pertumbuhan ekonomi tinggi di suatu daerah belum bisa dikatakan cukup. Gorontalo yang mampu menyentuh angka 6,52 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional pun masih harus memaksimalkan berbagai sektor.

Angka penduduk miskin di Gorontalo dianggap masih besar, yakni 17,63 persen atau lebih tinggi dari presentase penduduk miskin nasional. Berdasarkan laman Badan Pusat Statistik, Pada September 2016, penduduk miskin nasional tercatat 27,76 juta orang (10,70 persen).

Jokowi meminta pemerintah daerah fokus mengembangkan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan serta kehutanan untuk mengentaskan kemiskinan di Gorontalo.

"Saat ini (sektor pertanian, perikanan serta kehutanan) bukan saja telah menjadi motor pertumbuahan ekonomi di Gorontalo sekaligus juga memberi kontribusi yang besar bagi penyerapan tenaga kerja," kata Jokowi dalam pengantar rapat terbatas mengenai pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Provinsi Gorontalo, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa 6 Juni 2017.

Gorontalo dinilai punya banyak kekayaan pertanian. Kepala Negara melihat Gorontalo memiliki sentra-sentra produksi dan komoditas unggulan di sektor pertanian, mulai padi, jagung, kelapa, kopra, kakao, hingga tebu.

Selain itu, Jokowi juga ingin memberikan Pemda Gorontalo perhatian khusus pada upaya penciptaan nilai tambah dengan mengembangkan industri pengolahan berbasis pertanian dan perikanan.

"Untuk itu, saya minta pembangunan infrastruktur penunjang bagi hilirisasi industri segera disiapkan. Seperti infrastruktur transportasi, gudang-gudang logistik yang dilengkapi dengan cold storage dan juga sumber energi penyediaan air bersih yang perlu dipercepat," beber bekas Gubernur DKI Jakarta itu.


(OJE)