Ketegasan Maftuh Basyuni dalam Ingatan Lukman Hakim Saifuddin

Sobih AW Adnan    •    Rabu, 21 Sep 2016 19:00 WIB
obituari
Ketegasan Maftuh Basyuni dalam Ingatan Lukman Hakim Saifuddin
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin/MI/ADAM DWI

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebagai penerus amanat yang pernah diemban Maftuh Basyuni, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin merasa banyak belajar dari apa yang pernah ditorehkan almarhum semasa hidupnya. Ketegasan, kata Lukman, adalah yang paling pertama muncul dalam ingatan. 

"Beliau tegas dan disiplin dalam menerapkan garis kebijakan. Sehingga bagi sebagian orang yang tak begitu dekat menganggap beliau kelewat keras," kata Menag Lukman kepada Metrotvnews.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (21/9/2016).

Baca: Mantan Menag Maftuh Basyuni Meninggal

Perjalanan panjang pengabdian almarhum kepada negara, kata Lukman, menjadikan Maftuh Basyuni sebagai sosok yang paham akan tantangan dan jawaban di setiap periode. Sejak Orde Baru hingga Reformasi, Maftuh selalu membekasi amanah yang diembannya dengan terobosan-terobosan perubahan. 

"Tentu, integritas, disiplin dan ketegasan yang amat menonjol pada diri almarhum di tengah masyarakat yang kala itu masih akrab dengan kebiasaan KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) sering kali menjadi 'ganjalan' tersendiri. Tapi Pak Maftuh tak terlalu memedulikannya," ujar Menag.

Maftuh, dalam ingatan Lukman, juga dikenang sebagai tokoh yang keukeuh terhadap pandangan kebenaran sesuai dengan nilai-nilai yang dianutnya. Sejak awal menorehkan peran di pemerintahan, ia kerap hadir sebagai sosok yang tak mudah berkompromi dengan hal-hal yang dianggapnya tidak beres.

"Ia akan jalankan terus dengan segala risiko dan taruhannya. Beliau bukan tokoh yang peduli dengan pencitraan. Pak Maftuh bekerja menurut dorongan hati dan pikirannya," kata Lukman.

Jika ditilik dari pengalamannya memimpin Kementerian Agama (Kemenag), setidaknya bisa dilihat tiga gebrakan besar yang ditunjukkan Maftuh Basyuni sepanjang 2004-2009. Pencapaian itu adalah pembenahan pengadaan katering di Arafah dan Mina bagi jemaah haji, pemanfaatan dana abadi umat (DAU) haji, serta konflik antarumat beragama yang berkurang. 

Baca: Mengenang Maftuh Basyuni, Sang Kiai Birokrat

Soal poin terakhir, Maftuh Basyuni melahirkan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9/2006 dan Nomor 8/2006 tanggal 21 Maret 2006 guna membendung pertikaian antarkelompok dan kepercayaan.

"Dan yang paling penting, tak sedikit pun tampak dalam diri Mahtuf Basyuni sebuah niatan memperkaya diri dengan jabatan dan kewenangan yang ada. Ia tak menggubris orang-orang di kanan-kirinya yang sering beranggapan bahwa almarhum adalah orang yang sangat keras kepala," kata Menag.

 


(SBH)

Djarot: <i>Please</i> Tinggalkan Kendaraan Pribadimu

Djarot: Please Tinggalkan Kendaraan Pribadimu

1 hour Ago

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, menuntaskan permasalahan kemacetan Ib…

BERITA LAINNYA
Video /