Guru Besar Kriminologi UI: Warga Sipil Mudah Dapat Senjata Api

Gana Buana    •    Senin, 13 Nov 2017 07:43 WIB
penembakan
Guru Besar Kriminologi UI: Warga Sipil Mudah Dapat Senjata Api
lustrasi Pistol--MTVN/Mohammad Rizal.

Jakarta: Asal senjata api milik Rian Helmi yang digunakan untuk membunuh istrinya Letty Sultri masih diselidiki. Dia memiliki dua pucuk senjata api yaitu jenis jenis revolver rakitan dan FN.

Guru Besar Kriminologi UI, Adrianus Meliala mengungkapkan, kasus pembunuhan Helmi terhadap istrinya dengan dengan senjata api membuktikan bahwa mendapatkan senjata api begitu mudah. Bahkan, seorang sipil nyatanya bisa membeli dengan cara memesan dalam sebuat situs online.

"Mudah mendapatkannya, beli di situs online juga ada," kata Adrianus, Minggu 12 November 2017.

Menurut Adrianus, aparat penegak hukum sudah tahu mudahnya mendapatkan senjata api. Namun, mereka juga tidak bisa menindak bila tidak ada unsur pidana. “Polisi sudah tahu hal itu. Tapi selama unsur pidana tidak ada, polisi tidak bisa apa-apa,” ucap dia.

Baca: Pistol Jenis Revolver yang Digunakan Helmi Menembak Istrinya

Peristiwa penembakan itu terjadi pada Kamis 9 November 2017,  pukul 14.00 WIB di klinik Azzahra, Jakarta Timur. Saat pelaku datang, Letty ke luar ruangan menghampirinya. Tak berapa lama, korban dan pelaku terlibat cekcok.

Kemudian korban langsung masuk ke dalam ruangan sambil meminta tolong. Seorang saksi Nabila, menghampiri dan melihat pelaku membawa senjata api. Mengetahui pelaku membawa senjata api, saksi ketakutan dan berlari. Tak lama berselang, terdengar suara letusan tembakan sebanyak enam kali.

Baca: Polisi Gelar Pra-Rekonstruksi Kasus Dokter Tembak Istri Besok

Kasubbag Ops Patroli Siber Polri AKBP Susatyo Purnomo menyampaikan, pihaknya baru mendengar adanya penjualan senjata api di situs online. Sampai saat ini, pihaknya belum menemukan adanya situs yang menjual senjata api secara bebas. “Kami akan monitoring. Sebab tidak segampang itu menjual senjata api,” ujar Susatyo.

Apabila ditemukan, kata dia, pihaknya tidak akan segan menindak. Sebab perbuatan tersebut ilegal dan melanggar hukum.

Baca: Dua Pistol Dokter Helmi Seharga Rp45 Juta

Menurut dia, selama ini pelanggaran yang ditemukan di dunia maya hanya mengacu pada Undang-Undang nomor 11 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Namun, dalam UU ITE tersebut konten yang dilarang dan dianggap melanggar adalah konten yang mengandung empat unsur. Di antaranya adalah pencemaran nama baik, asusila, SARA dan pengancaman.

Sedangkan untuk jual beli barang ilegal termasuk senjata api mengacu pada peraturan lain. “Bisa saja kita tindak, bukan hanya situsnya yang akan kami blokir kalau ketahuan, pelakunya juga akan ditangkap,” tegas dia.


(YDH)

KPK akan Jemput Setnov dari RSCM?

KPK akan Jemput Setnov dari RSCM?

58 minutes Ago

KPK diinformasikan akan menjemput Setya Novanto dari RSCM untuk dibawa ke Rutan KPK. Namun KPK …

BERITA LAINNYA